• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 7 Februari 2023

Madura

LPBINU Sumenep Bakal Luncurkan Santri Tangguh Bencana

LPBINU Sumenep Bakal Luncurkan Santri Tangguh Bencana
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Sumenep, NU Online Jatim 

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Sumenep bakal meluncurkan santri tangguh bencana. Hal ini sebagai salah satu upaya menghadapi potensi bencana alam.


Fathol Amin, Ketua PC LPBINU Sumenep mengatakan, santri tangguh bencana merupakan santri yang memahami mitigasi bencana, pengurangan resiko bencana dan mengerti cara bagaimana menghadapi bencana. 


"Untuk mencapai itu semua, tentunya harus dilakukan pelatihan yang intensif pada santri. Mengenai peluncuran, tinggal menunggu pembahasan teknis yang harus terselesaikan. Yang jelas tidak akan lama lagi," ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Rabu (30/11/2022).


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Bahkan program ini mendapat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep. Karena pihaknya selalu menjalin komunikasi perihal bencana alam.


Menurutnya, santri bagian dari masyarakat yang memiliki potensi yang sangat besar. Ia meyakini bahwa santri bias menjadi sosok yang tangguh bencana bila dibekali pemahaman mitigasi. 


"Semakin kuat pemahamannya pada bencana alam berbasis komunitas yang ada di Masyarakat. Maka santri semakin siap dan tidak akan gegabah saat bencana alam. Baik banjir, longsor, gempa bumi dan sejenisnya," papar alumni Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Cempaka, Bluto, Sumenep ini.


Untuk menghasilkan santri tagguh bencana, lanjutnya, santri akan digembleng dan dilatih oleh beberapa pihak yang memang ahli dalam hal penanggulangan bencana.


Guna merealisasikan program tersebut, pihaknya akan bersinergi baik dengan Rabithah Ma'ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) yang memiliki kebijakan dalam bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan.


"Selain itu, kami akan menggandeng BPBD, Pemadam Kebakaran, dan Badan SAR Nasional (Basarnas)," imbuhnya.


Dikatakan, pihaknya akan melibatkan beberapa pesantren di setiap kecamatan sebagai langkah awal untuk membentuk santri tangguh bencana. Langkah selanjutnya adalah adanya tahapan lanjutan untuk pesantren yang belum disapa oleh pihaknya.


"Mohon dukungannya agar program ini terealisasi. Kami tak ingin mendengar lagi santri yang panik dan gegabah saat ada bencana alam. Sekali lagi, jangan takut dan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas kebenarannya. Jangan sungkan berkomunikasi dengan kami," pintanya.


Editor:

Madura Terbaru