• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 13 Agustus 2022

Madura

LPBINU Sumenep Ikuti Sekolah Lapang Mitigasi Gempa Bumi

LPBINU Sumenep Ikuti Sekolah Lapang Mitigasi Gempa Bumi
LPBINU Sumenep saat mengikuti Sekolah Lapang Mitigasi Gempa Bumi. (Foto: NOJ/ Firdausi)
LPBINU Sumenep saat mengikuti Sekolah Lapang Mitigasi Gempa Bumi. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Sumenep mengikuti sekolah lapang gempa bumi atau mitigasi gempa bumi. Kegiatan yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas II Pasuruan itu terpusat di Aula Serbaguna PT Garam Kalianget, Sumenep, Selasa (14/06/2022).


Ketua PC LPBINU Sumenep, Fathol Amin mengatakan, pelatihan tersebut penting dilaksanakan sebagai bentuk mitigasi bencana. Menurutnya, dalam kesempatan itu dijelaskan terkait pentingnya membuat jalur evakuasi dan menentukan titik kumpul masyarakat ketika ada bencana gempa bumi dan tsunami.


“Juga beberapa cara melakukan evakuasi korban mulai dari skenario, respon dan waktu,” tutur alumni Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Cempaka, Bluto, Sumenep ini.


Menurutnya, materi ini semestinya wajib disampaikan pada warga yang berada di titik rawan, seperti Nahdliyin yang ada daerah kepulauan, dan warga yang berada di daerah pesisir atau pantai utara.


"Bencana alam yang pernah melanda di Kecamatan Batuputih dan Batang-Batang, harus dianalisis lebih dalam. Tujuannya, untuk menguatkan langkah nyata dalam mitigasi dan kesiapan warga untuk menyelamatkan diri ke daerah aman," ungkapnya.


Dengan memperhitungkan dan mensimulasikan pada warga, lanjutnya, Nahdliyin dapat meningkatkan kesiagaan dan tidak panik saat bencana alam menimpa.


Fathol Amin menegaskan, pasca pelatihan tersebut, materi susur jalur dan simulasi dalam mitigasi bencana alam, yakni gempa bumi dan tsunami, akan disalurkan pada ruang lingkup kepengurusan dan anggota. Serta disosialisasikan pada masyarakat dengan menggandeng BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah-daerah (BPBD) setempat.


"Semoga kita dijauhkan dari bencana alam. Hal terpenting, sering-seringlah bedoa agar kita dijauhkan dari mara bahaya," pungkasnya.


Madura Terbaru