• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 9 Desember 2022

Malang Raya

Pelaku Usaha di Batu Ajukan Pendampingan Sertifikasi Halal Bersama BHC

Pelaku Usaha di Batu Ajukan Pendampingan Sertifikasi Halal Bersama BHC
Para pelaku usaha yang mengajukan pendampingan sertifikasi halal bersama Batu Halal Center. (Foto: NOJ/ Zaiyana Nur Ashfiya).
Para pelaku usaha yang mengajukan pendampingan sertifikasi halal bersama Batu Halal Center. (Foto: NOJ/ Zaiyana Nur Ashfiya).

Batu, NU Online Jatim

Batu Halal Center (BHC) kembali mendampingi para pelaku usaha di Kota Batu untuk mengajukan pendampingan sertifikasi halal pada Jumat (17/06/2022). Gelombang keempat kali ini dipusatkan di MTs Hasyim Asy’ari Kota Batu.


Ahmad Jazuli, selaku Satgas Halal dari kantor Kementrian Agama Kota Batu menuturkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyukseskan program 10 juta produk halal di tahun 2022. 


Pihaknya bersama dengan pendamping Proses Produk Halal (PPH) di Kota Batu berkomitmen untuk membantu para pelaku usaha sampai sertifikat halal dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).


“Semoga apa yang dicanangkan pemerintah bahwa produk yang dihasilkan oleh para pelaku usaha ini bisa bersertifikat halal semua,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Begum Fauziyah menekankan bahwa pendampingan sertifikasi halal ini merupakan amanah langsung dari BPJPH. Untuk itu, ia mengajak para pelaku usaha untuk tetap semangat dan tidak bosan dalam melakukan pendampingan sertifikasi halal.


“Beberapa waktu lalu BPJPH juga menyelenggarakan kegiatan koordinasi pendampingan dan arahan kepada pendamping PPH,” tuturnya.


Fauziyah menyebutkan, dua permasalahan yang harus diselesaikan bersama yaitu, beberapa lokasi yang jumlah pendamping PPH-nya tidak seimbang dengan jumlah pelaku usaha. Serta belum adanya jaminan bahwa penambahan jumlah pendamping PPH pasti meningkatkan target sertifikasi halal self declire yang diselenggarakan oleh BPJPH.


Menurutnya, ada beberapa hambatan yang menjadi penyebab hal tersebut. Sebagian besar pendamping PPH yang ada sudah memiliki profesi lain. Sehingga menjadikan pendampingan hanya sebagai sampingan.


Ini menyebabkan kegiatan pendampingan yang dilakukan kurang optimal. Selain itu masalah teknis dari pelaku usahanya juga menjadi kendala tersendiri.


“Misal pelaku usaha belum memiliki persyaratan yang dibutuhkan, tidak bisa atau belum terbiasa dengan pekerjaan yang berbasis internet, seperti mengupload dan mendownload itu juga menjadi kendala,” ungkapnya.


Kota Batu menjadi salah satu daerah yang gencar melakukan sosialisasi dan mendapatkan apresiasi mengenai pendampingan sertifikasi halal, selain Kabupaten dan Kota Probolinggo juga Pasuruan. Namun harus tetap dioptimalkan lagi ke depannya.


“Hari ini kita mendiskusikan kendala dari para pendamping PPH untuk percepatan, dan kita sepakati solusinya di mana, sehingga itu akan menjadi pijakan kami untuk merencanakan kegiatan di Kota Batu,” pungkas Fauziyah.


Editor:

Malang Raya Terbaru