• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Matraman

5 Kunci Selamat Dunia dan Akhirat Menurut Rais NU Nganjuk

5 Kunci Selamat Dunia dan Akhirat Menurut Rais NU Nganjuk
Rais PCNU Nganjuk, KH Ali Musthofa Said. (Foto: NOJ/ Haafidh NS Yusuf)
Rais PCNU Nganjuk, KH Ali Musthofa Said. (Foto: NOJ/ Haafidh NS Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim
Mendapatkan ridha dari Allah SWT adalah dambaan setiap umat Islam, karena dengan ridha Allah manusia bisa selamat dunia dan akhirat. Untuk menggapai ridha Allah terdapat lima kunci, dan semuanya merupakan amalan yang disukai Allah.


Penyataan itu disampaikan Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk, KH Ali Musthofa Said saat tausiyah dalam acara Muharram Bershalawat dan Berbagi Cinta 1000 Yatim pada Rabu (10/08/2022) malam.


“Pertama, birrul walidain atau berbakti kepada orang tua. Meski misal hari ini kita sudah berpangkat tinggi, hukumnya wajib untuk berbakti kepada orang tua dan apabila segala aktivitas kita didoakan orang tua Insya Allah rezeki kita berkah,” tutur Kiai Ali.


Kedua, adalah menuntut ilmu dan mengajarkan ilmu yang telah didapatkan. Menurut Kiai Ali, apabila manusia berpisah dengan ilmu maka otomatis akan berpisah dengan hidayah Allah SWT.


“Jalan yang menerangi kehidupan kita di dunia dan akhirat adalah ilmu yang diwariskan oleh Rasullullah SAW, yang perjuangannya dilanjutkan oleh para ulama khususnya dari kalangan para kiai NU,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hasan Tankila tersebut.


Jalan menuju ridha Allah SWT yang ketiga adalah dengan cara bersedekah. Berbuat baik tidak akan membuat manusia rugi, sebab keutamaan sedekah bukan hanya tentang mencari pahala, melainkan meraih kebahagiaan dengan menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.


“Untuk itu, mari kita salurkan infaq dan sedekah melalui LAZISNU, insyaallah amanah. Karena dengan demikian kita akan memperoleh ridha Allah SWT,” sambung Kiai Ali.


Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri ini melanjutkan, cara keempat adalah rela berjuang untuk agama Allah SWT dalam kata lain jihad fi sabilillah. Dirinya menyerukan makna jihad tidak hanya berarti perang, termasuk merawat lembaga pendidikan, melawan kebodohan, mengentaskan kemiskinan, juga termasuk jihad.


Kelima, adalah istiqamah melakukan shalat jamaah. Mengingat shalat yang dilakukan secara berjamaah akan mendatangkan pahala yang lebih besar jika dibanding dengan mendirikan shalat seorang diri.


“Kalau perjuangan ini habis maka agama Allah SWT akan habis. Generasi NU harus mau dan mampu memperjuangkan apa yang telah dirintis oleh para pendiri,” pungkasnya.


Matraman Terbaru