• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Matraman

Fatayat NU Madiun Rutin Gelar Kajian Fiqih Wanita

Fatayat NU Madiun Rutin Gelar Kajian Fiqih Wanita
Rutinan kajian fiqih wanita oleh PAC Fatayat NU Dagangan, Madiun. (Foto: NOJ/ Nur'aini Hamidah).
Rutinan kajian fiqih wanita oleh PAC Fatayat NU Dagangan, Madiun. (Foto: NOJ/ Nur'aini Hamidah).

Madiun, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menggelar rutinan kajian kitab Safinatun Najah. Kajian yang rutin digelar setiap hari Selasa sore itu dipusatkan di aula lantai 2 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) kecamatan setempat, Selasa (07/09/2021).

 

Gus Muhammad Laits Aatsir selaku pengampu kitab menyampaikan, ilmu fiqih itu penting diketahui sebagai bentuk aplikasi atas kehidupan sehari-hari.

 

"Karena jika seseorang tidak paham mengenai dasar-dasar ilmu fiqih seperti thaharoh, maka berpeluang besar ibadahnya tidak sah dan sia-sia," terang kiai muda yang pernah mengajar di Pondok Pesantren Mayak Ponorogo ini.

 

Gus Laits, sapaan akrabnya menambahkan, bahwa dari seluruh warga Madiun khususnya wanita belum tentu paham kesemuanya tentang fiqih, terutama fiqih wanita. Tidak hanya yang tidak pernah mengaji, kemungkinan yang dari lulusan pondok pun belum tentu benar-benar memahaminya secara utuh.

 

“Misal bagaimana cara membedakan darah haid dan istihadhoh, bagaimana bertayamum bagi orang sakit, dan lain sebagainya. Semua itu akan menjadi problematika bila tidak benar-benar dipahami secara utuh," kata alumni Pondok Pesantren Al Anwar Rembang ini.

 

Sedangkan Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Dagangan, Neneng Elok Faiqoh mengatakan, bahwa dirinya begitu menyadari pentingnya belajar fiqih terutama bagi wanita. Atas dasar itu, pihaknya berinisiatif menggelar kajian kitab kuning dengan materi fiqih dasar.

 

"Sasaran kegiatan diperuntukkan bagi kalangan umum, khususnya wanita di wilayah Kecamatan Dagangan," imbuhnya. 

 

Diharapkan dengan adanya kajian kitab kuning tersebut Nahdlyin, khususnya kaum wanita, di wilayah setempat dapat memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Serta tidak ragu dalam menjalankan syari’at Islam yang sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah,” pungkasnya.

 

Penulis: Nur'aini Hamidah

Editor: A Habiburrahman


Matraman Terbaru