• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Matraman

Gelar Wisuda, Berikut Pesan Pengasuh Pesantren Al Fattah Pacitan

Gelar Wisuda, Berikut Pesan Pengasuh Pesantren Al Fattah Pacitan
KH Moch Burhanuddin HB, Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, Arjosari, Pacitan. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)
KH Moch Burhanuddin HB, Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, Arjosari, Pacitan. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim
Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, KH Moch Burhanuddin HB mengatakan, bahwa orang tua atau wali ditakdirkan untuk membesarkan, mendidik, dan merawat anak merupakan resiko dan tanggung jawab kehidupan di dunia.


“Bila tidak ingin susah payah membesarkan anak, maka jangan membuat anak. Istilahnya begitu. Terkadang anak yang sudah diasuh dan dibesarkan, diharap sekolah saja sulit,” ujarnya saat Wisuda Santri Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, yang dipusatkan di auditorium pesantren setempat, Sabtu (11/06/2022).


Kiai Burhan mengatakan, hal seperti itu merupakan jerih payah menjadi seorang wali santri. Akan tetapi, jika kembali pada ajaran agama Islam, sebenarnya manusia dalam masa hidupnya terdapat beberapa tingkatan alam. Pertama, yakni setiap manusia akan mengalami kehidupan di rahim ibu.


“Semua pernah mengalami kehidupan di dalam kandungan. Walaupun belum bisa mencari makan dan minum, namun mereka bisa hidup,” terangnya.


Kedua, adalah alam dunia. Di situ manusia juga dibatasi dan tidak hidup selamanya. Dalam kehidupan dunia ini hendaknya tetap berikhtiar untuk meninggalkan anak-anak yang mampu mensyiarkan agama Islam.


“Alhamdulillah sampai detik ini terdapat seribu lebih santri yang mengenyam pendidikan di Al Fattah Kikil ini,” tuturnya.


Disebutkan oleh Kiai Burhan, manakala manusia hidup di alam ketiga, yakni alam kuburan, maka ia akan tetap mempunyai harapan berupa amal jariyah yang tiada habisnya.


“Kalau kita sudah berada di alam ketiga ini kita sudah tidak bisa berdaya apa-apa. Tetapi kita mempunyai tiga harapan. Yakni berupa shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang berbakti,” ungkapnya.


Dirinya pun meyakini, bahwa orang tua yang menafkahi dan mengasuh anak cucu akan memperoleh pahala shadaqah jariyah tersebut. Akan tetapi, syaratnya semua itu harus dilakukan dengan ikhlas, agar bisa menikmati hasilnya di alam kubur kelak.


“Maka dari itu, agar orang tua panjang umurnya, buatlah orang tua itu senang dan bangga dengan kalian,” pungkasnya.


Matraman Terbaru