• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Matraman

Mahasiswa STAINU Pacitan Dibekali Ilmu Penulisan Jurnal

Mahasiswa STAINU Pacitan Dibekali Ilmu Penulisan Jurnal
Kegiatan workshop yang diadakan oleh Mahasiswa STAINU Pacitan. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)
Kegiatan workshop yang diadakan oleh Mahasiswa STAINU Pacitan. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan menggelar kegiatan workshop penulisan jurnal, Selasa (05/07/2022). Kegiatan ini digelar guna memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang penulisan jurnal.


Acara dengan tema "optimalisasi kepenulisan jurnal dalam rangka mencetak jiwa mahasiswa yang kompetitif, kreatif, dan inovatif”  ini dipelopori oleh mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) kampus setempat.


Adapun pemateri yang hadir dalam kegiatan ini adalah dosen STAINU Pacitan, Kun Zakiyah Nur Sholihah dan Retno Ayu Cahyoningtyas. Keduanya merupakan penulis aktif jurnal ilmiah hingga saat ini.


Kun Zakiyah mengatakan bahwa saat ini semua semakin mudah dengan adanya teknologi. Menurutnya, saat ini sumber belajar tidak harus berasal dari buku melainkan bisa dicari di mana saja.


“Ilmu bisa kita cari di mana saja, tetapi dalam mencari referensi kita harus valid,” katanya.


Wanita yang mempunyai hobi menulis tersebut memaparkan tentang tata cara menulis jurnal dengan baik dan benar. Mulai dari aturan menulis paragraf hingga cara mengutip tulisan dari sumber atau rujukan.


"Mengutip itu harus sesuai dengan kebutuhan kita. Boleh mengutip dari teori orang lain dengan mencantumkan sumbernya," terangnya.


Sementara alumni pendidikan Strata-2 (S2) Universitas Brawijaya Malang, Retno Ayu Cahyoningtyas menyampaikan tentang tata cara pengumpulan data sebagai bahan utama penulisan jurnal.


Menurutnya, pengumpulan data dengan metode terjun ke lapangan langsung merupakan nilai positif karena bisa memperoleh data dengan maksimal.


“Wawancara dengan terjun langsung ke lapangan merupakan nilai positif bagi kita. Yang jelas datanya lebih up to date,” paparnya.


Disisi lain, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Ridho Kurnianto berharap, workshop yang diikuti oleh 35 peserta tersebut dapat menghasilkan manfaat dan keberlanjutan.


“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadikan mahasiswa yang mau berkarya, berkreasi, dan menjadikan kampus yang semakin baik,” kata Ridho.


Editor:

Matraman Terbaru