• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Matraman

NU Jatim Bakal Dirikan BPRS

NU Jatim Bakal Dirikan BPRS
KH Abd Salam Sochib, Wakil Ketua PWNU Jatim. (Foto: NOJ/ Romza)
KH Abd Salam Sochib, Wakil Ketua PWNU Jatim. (Foto: NOJ/ Romza)

Jombang, NU Online Jatim

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sedang menyiapkan proses pendirian Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Rencana pendirian BPRS ini sudah disetujui dalam rapat gabungan antara tanfidziyah dan syuriyah PWNU Jatim beberapa waktu lalu.

 

“Mungkin perlu juga kita informasikan bahwa PWNU Jatim sudah menetapkan, kita akan bikin (mendirikan) BPRS. Walaupun skemanya masih dicari, mana yang paling bermanfaat dari berbagai aspek,” kata KH Abd Salam Sochib, Wakil Ketua PWNU Jatim saat rapar koordinasi dengan perwakilan lima Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jombang, Sabtu (11/09/2021).

 

Dalam kesempatan itu, Gus Salam juga menyampaikan bahwa tujuan pendirian BPRS di antaranya untuk mendukung penguatan Baitul Maal wa Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) di berbagai kabupaten/ kota.

 

“Tujuannya untuk apa BPRS ini, ya untuk bersinergi dengan BMTNU yang ada di seluruh Jatim. Supaya sama-sama saling menebar manfaat,” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang tersebut.

 

Terpisah, H Amin Mujib membeberkan, hingga kini PWNU Jatim sedang mempertimbangkan BPRS itu nantinya murni baru atau tidak. “Sudah ada evaluasi apakah kita harus mendirikan BPRS baru, atau kita take-over dari BPRS yang sudah ada,” ujarnya kepada NU Online Jatim.

 

Menurut Gus Amin, untuk mendirikan BPRS baru salah satu persyaratannya tersedia modal besar. “Tapi dengan men-take-over BPRS yang ada, secara izin perlengkapan sudah lengkap karena dipantau terus sama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian dari sisi persyaratan permodalan tidak seberat kalau mendirikan BPRS baru,” ungkapnya.

 

Koordinator Bidang Pengembangan Ekonomi Umat PWNU Jatim tersebut menyatakan, apabila nanti diputuskan mengambil alih BPRS yang sudah ada akan tetap memperhatikan dampak positif dan negatifnya.

 

“Kita mencari calon kandidat BPRS itu yang benar-benar tidak banyak permasalahan, dan bisa kita kembangkan,” bebernya.

 

Gus Amin juga menegaskan bahwa keberadaan BPRS nantinya akan mendukung BMTNU yang dikelola PCNU. “Artinya nanti kalau (ada) BMTNU dari skala pembiayaannya perlu yang lebih besar (bisa) dengan BPRS. Nah, BPRS itu sendiri bisa bersinergi dengan BPRS yang lain apabila (pembiayaan) itu tidak mampu,” jelasnya.

 

 

Ditanya target penyelesaian pendirian BPRS tersebut, Gus Amin memastikan sebelum NU berusia satu abad sudah tuntas. “Kita berharap sebelum satu abad (NU) sudah terbentuk. Sama dengan target (pendirian) 100 BMTNU,” tandasnya.


Editor:

Matraman Terbaru