• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Matraman

Puluhan Banser Diterjunkan Lakukan Fogging Cegah DBD

Puluhan Banser Diterjunkan Lakukan Fogging Cegah DBD
Anggota Banser Ponorogo saat melakukan fogging. (Foto: NOJ/ Zen MUhammad)
Anggota Banser Ponorogo saat melakukan fogging. (Foto: NOJ/ Zen MUhammad)

Ponorogo, NU Online Jatim

Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) diterjunkan melakukan aksi fogging di sejumlah titik di Kabupaten Ponorogo. Hal ini dilakukan guna mencegah berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).  

 

Uupaya pencegahan ini merupakan kerja sama Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo. Kerja sama ini dilakukan hingga pengurus ranting NU. Selain fogging juga dilaksanakan sosialisasi pemberatasan sarang nyamuk (PSN). 

 

Dari pantauan NU Online Jatim, puluhan anggota Banser diterjunkan melakukan fogging sejak Kamis (13/01/2022) hingga Jumat (14/01/2022). Lokasi fogging ini di antaranya di Kelurahan Bangunsari, Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qur'an Pakunden, Ponpes Hudatul Muna Jenes, Ponpes Thoriqul Huda Cekok, dan Ponpes Klego 2 serta Desa Mrican.

 

"Alhamdulillah, kita disediakan alat dan bahan fogging. Semoga bermanfaat dan tidak ada demam berdarah yang menyerang lagi," kata Sudarsono, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Ponorogo. 

 

Jabrik sapaan akrabnya mengungkapkan, dari data yang dirilis Dinkes Ponorogo sudah ada 21 pasien yang mengidap DBD di awal Januari 2022. Sehingga penyakit menular tersebut perlu diwaspadai.

 

"DBD tidak bisa diremehkan. Dulu bahkan pernah membuat RSUD overload akibat pasien DBD," tegasnya.

 

Sufarchan, Kepala Puskesmas Setono menyatakan, upaya efektif untuk mencegah DBD adalah dengan PSN. "Kegiatan fogging merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penularan DBD dengan membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan upaya pencegahan yang paling efektif adalah dengan PSN," paparnya.

 

Ia melanjutkan, pihaknya memang bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Mrican, NU Care Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Banser melakukan fogging. Namun, selain itu pihaknya juga merealisasikan program Gerakan Serentak (Gertak) PSN agar DBD segera sirna dari bumi Reyog. "Kami berterima kasih kepada NU yang istiqamah bersinergi dengan pihak kesehatan," ucapnya. 

 

Kepala Desa Mrican, Adi Purnomo Sidiq mengaku merasa sangat bersyukur dan senang atas kegiatan fogging dengan sinergitas antara Puskesmas, Pemdes dan NU.

  

"Perlu kita tingkatkan lagi sinergisitas dalam hal kegiatan sosial lain. Karena kita bisa saling mengisi kekurangan maupun hal-hal lain yang dibutuhkan masyarakat terutama warga yang kurang mampu atau warga yang membutuhkan batuan, uluran tangan kita," pungkasnya.


Editor:

Matraman Terbaru