• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Metropolis

Ansor dan Fatayat NU Bawean Kompak Sosialisasi Moderasi Beragama

Ansor dan Fatayat NU Bawean Kompak Sosialisasi Moderasi Beragama
Kegiatan sosialisasi moderasi beragama untuk pelajar oleh PC GP Ansor dan Fatayat NU Bawean. (Foto: NOJ/ Aminuddin)
Kegiatan sosialisasi moderasi beragama untuk pelajar oleh PC GP Ansor dan Fatayat NU Bawean. (Foto: NOJ/ Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bawean dan PC Fatayat NU Bawean menggelar Road to School, yakni turba ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi tentang moderasi beragama. Kegiatan perdana ini digelar di SMA Negeri 1 Sangkapura, Kabupaten Gresik, Sabtu (03/09/2022).


Ketua PC GP Ansor Bawean, Syafi'e mengatakan, kegiatan ini akan digelar di sekolah-sekolah se-Bawean dengan membawakan beberapa topik. Di antaranya, moderasi beragama, profil pelajaran pancasila, kesehatan reproduksi, pendidikan seks remaja dan pernikahan anak.


"Kami sengaja membawa topik ini, khususnya moderasi beragama, untuk para pelajar di Bawean karena melihat pentingnya kita bisa hidup rukun dengan sikap moderat atau menjunjung toleransi di tengah-tengah keberagaman bangsa Indonesia,” ungkapnya.


Ia mengaku, hal tersebut dilakukan karena tidak ingin di Indonesia terjadi konflik hanya karena perbedaan pemahaman, sehingga terjadi peperangan seperti halnya di Timur Tengah. Oleh karenanya, pelajar di Bawean harus diberikan pemahaman tentang ideologi dalam berbangsa dan beragama.


"Para generasi muda, khususnya para pelajar, harus kita mantapkan ideologinya. Kami sebagai generasi muda NU meyakini sebagaimana pedoman kita di NU, bahwa NKRI adalah harga mati, pancasila jaya, Aswaja akidah kita, dan nusantara adalah milik kita," tegasnya.


Sementara itu, Kiai Ali Azhar salah satu pemateri dalam kegiatan ini menjelaskan, moderasi beragama artinya bersikap tengah-tengah dalam kehidupan. Hal ini penting ditanamkan kepada para pelajar jika suatu saat kuliah ke daerah yang rentan disusupi ideologi yang bertentangan dengan bangsa dan agama.


"Ada dua hal ideologi yang harus kita jauhi yang ada di Indonesia sampai saat ini, pertama paham ekstrim kiri yaitu paham komunisme, dimana paham ini kurang suka jika orang beragama. Kemudian kedua, paham ekstrim kanan, yaitu khilafah islamiyah," jelas Gus Ali, panggilan akrabnya.


Wakil Ketua PCNU Bawean ini berpesan, agar berhati-hati jika suatu saat para pelajar dari Bawean jika ingin berkuliah ke daratan Jawa. Karena paham-paham ini biasanya sering disusupi kepada para pelajar dan mahasiswa.


"Paham ini di Bawean insya Allah tidak ada, tapi jika di luar sana banyak kelompok-kelompok dari mereka yang merekrut para pelajar untuk bergabung. Oleh karena itu, kalian jangan pernah mau diajak oleh mereka," tegas lulusan doktoral di UINSA Surabaya ini.


Metropolis Terbaru