• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Metropolis

Pesan Pengasuh Pesantren Modern Al-Amanah kepada Santri yang Diwisuda

Pesan Pengasuh Pesantren Modern Al-Amanah kepada Santri yang Diwisuda
KH Nurcholis Misbah, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Al-Amanah Junwangi TV)
KH Nurcholis Misbah, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Al-Amanah Junwangi TV)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo, KH Nurcholis Misbah mengatakan bahwa pondok pesantren merupakan ladang untuk mencari ilmu pengetahuan warisan dari Rasulullah, baik ilmu duniawi maupun ukhrowi.


“Sekian tahun di pondok, tujuan utama seorang santri adalah untuk mancari warisan ilmu dari Rasulullah. Jadi, para santri tidak perlu khawatir jika kembali ke masyarakat karena telah dibekali ilmu dan pengetahuan yang lengkap,” terangnya pada Wisuda Santri XXVII, yang dipusatkan di halaman pesantren setempat, Sabtu (04/06/2022).


Kiai Nurcholis berpesan kepada santri yang diwisuda agar tidak mudah melupakan semua amalan yang selama ini diajarkan di pondok pesantren. Ia juga mengingatkan, agar santri tidak mudah tergoda dengan urusan duniawi.


“Karena ketika hal duniawi sudah mengisi sebagian besar diri kita, disitulah waktu kita dengan Allah mulai berkurang. Makanya, ketika sudah tidak di pondok, jangan sampai waktu untuk akhirat semakin berkurang,” tuturnya.


Lebih lanjut, Kiai Nurcholis menyampaikan bahwa seorang santri harus selalu berpegang teguh terhadap segala yang telah diajarkan para masyayikh di pondok pesantren. Santri harus senantiasa teliti dalam menyikapi segala macam problematika kehidupan dengan selalu melibatkan Allah dalam segala hal.


“Allah itu senang membolak-balikkan hati hambanya. Maka dari itu, kita harus teliti dan istiqamah untuk menjaga kadar iman kita kepada Allah,” imbuhnya.


Santri hendaknya selalu memprioritaskan keyakinan kepada Allah, melebihi apapun di dunia ini. Bahkan, tidak boleh sedikit pun adanya keraguan terhadap segala ketentuan Allah dalam segala kondisi.


”Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu. Pertolongan Allah akan tampak nyata dalam solusi dan kenyataan apabila kau letakkan di mahligai yang paling tinggi,” katanya.


“Jika kamu sedang senang, jangan lupakan Allah, maka Allah akan ingat ketika kamu susah. Jagalah syariat serta hukum yang telah ditetapkan-Nya, maka engkau akan mendapatkan Allah di dekatmu. Sesungguhnya pertolongan Allah bersama dengan kesabaran,” imbuhnya


Tak cukup itu, ia mengingatkan bahwa jangan sampai kufur atas nikmat Allah yang berlimpah, karena manusia cenderung melupakan pemberian jika sudah diberikan yang lebih besar atau banyak.


“Para santri tidak boleh membiasakan menerima suatu pemberian, akan tetapi harus memiliki motivasi untuk menjadi orang memberi. Memberi itu tidak mudah jika Allah tidak memberi kesempatan,” tandasnya.


Kegiatan tersebut dihadiri Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo KHR Abdus Salam Mujib, Bupati Sidoarjo H Ahmad Mudlor Ali, serta Forkopimka dan Forkopimda setempat. Agenda itu disiarkan langsung di kanal Youtube dan Facebook Al-Amanah Junwangi TV.


Metropolis Terbaru