Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Belajar dari Kegigihan Pegiat NU di Desa Terpencil di Ponorogo

Belajar dari Kegigihan Pegiat NU di Desa Terpencil di Ponorogo
Dengan keterbatasan, aktivitas TPQ dapat berjalan sesuai harapan. (Foto: NOJ/Erwin)
Dengan keterbatasan, aktivitas TPQ dapat berjalan sesuai harapan. (Foto: NOJ/Erwin)

Ponorogo, NU Online Jatim

Kawasan Desa Jrakah, Kecamatan Sambit dikenal cukup sulit dijangkau. Meski masuk Kabupaten Ponorogo, lokasinya ada di arah selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Trenggalek.

 

Namun beruntung, kendati menempati kawasan yang jauh dari perhatian, masih ada sejumlah kalangan yang peduli kepada Nahdlatul Ulama. Dengan tanpa kenal lelah, apalagi mencari keuntungan materi, mereka demikian getol menjaga tradisi dan merawat organisasi.

 

Hal itu sebagaimana diakui Imam Samidianto. Dijelaskan Ketua Pengurus Ranting nahdlatul Ulama (PRNU) Jrakah tersebut bahwa selama ini cukup banyak warga yang istikamah mengenalkan sekaligus menjadikan NU sebagai jamiyah yang membanggakan. Kondisi ini berbeda dari sebelumnya yakni bahwa belum banyak yang mengenal NU di Desa Jrakah. Akan tetapi masyarakat sendiri sudah menjalankan beberapa tradisi seperti tahlilan dan yasinan.

 

"Seiring dengan berjalannya waktu, para tokoh sepakat untuk membentuk organisasi NU,” kata Imam, Senin (7/9).

 

Tidak semata berwacana, hal tersebut ditandai dengan pembentukan sejumlah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jrakah. Tentu saja keberadaannya tidak terlepas dari dukungan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sambit, juga pemerintah desa dan masyarakat setempat.

 

 

"Sejumlah tokoh bersepakat menyatukan seluruh takmir masjid dan mushala untuk syiar Islam dengan kesabaran dan didukung doa dari sejumlah pengurus NU dari Ranting Gajah yang bersebelahan,” katanya.

 

Demikian pula perhatian MWCNU Sambit, sehingga Desa Jrakah sekarang sudah memiliki PRNU sendiri. Juga Gerakan Pemuda Ansor, Barisan Ansor Serbaguna atau Banser, Muslimat NU, Taman Pendidikan al-Quran, dan Jaringan Pengelola Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama atau JPZISNU.

 

Dengan terbentuknya NU di Desa Jrakah, membuat sejumlah badan otonom atau Banom tancap gas guna melestarikan amaliah dan tradisi NU dengan membuat kegiatan rutin.

 

"Kegiatan rutin setiap malam Sabtu Kliwon berupa tahlilan, shalawatan, arisan secara bergilir di setiap masjid atau mushala se-Desa Jrakah sebagai sarana menjalin silaturahim antar pengurus masjid dan mushala dengan masyarakat,” tegasnya.

 

Disampaikannya, walaupun secara geografis kondisi desa ini demikian susah dijangkau atau bisa pula tidak banyak dikenal kawasan lain, tidak menyurutkan semangat.

 

“Kondisi lokasi desa kami tidak mengurangi semangat para pengurus dan warga untuk hadir di pertemuan rutin,” bangganya.

 

Editor: Ayun

Iklan promosi NU Online Jatim