Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Guyuran Hujan Tak Patahkan Semangat Rombongan Kirab Pager Bumi di Ponorogo

Guyuran Hujan Tak Patahkan Semangat Rombongan Kirab Pager Bumi di Ponorogo
Banser Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo diguyur hujan saat mengarak Pataka Dan Pusaka Pondok Tegalsari. (Foto: NOJ/ Erwin Suganda).
Banser Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo diguyur hujan saat mengarak Pataka Dan Pusaka Pondok Tegalsari. (Foto: NOJ/ Erwin Suganda).

Ponorogo, NU Online Jatim

Dalam menuntaskan misi Kirab 100 Ribu Doa Pager Bumi KH Hasyim Asyari yang diselenggarakan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Ponorogo, bagi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) hujan bukanlah sebuah halangan untuk terus berjuang, Selasa (20/10/2020).

 

Pasukan kirab yang sudah menempuh 20 kecamatan ini tiba di Kecamatan Babadan. Setibanya di Masjid Darut Taqwa Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, rombongan pembawa Pataka Kebanggaan warga Nahdlatul Ulama (NU) dan 2 Pusaka peninggalan Pondok Pesantren Tegalsari ini disuguhi guyuran hujan.

 

Mariyanto, Ketua Pimpinan Anak Cabang Ansor Kecamatan Babadan mengatakan, rintangan berupa guyuran hujan tidak menjadikan semangat rombongan memudar. "Alhamdulillah, saat rombongan pembawa pataka NU dan Kedua Pusaka peninggalan Pondok Pesantren Tegalsari Jetis ini tiba ternyata disertai turunnya hujan. Hal itu tidak membuat kami putus asa. Semoga turunnya hujan ini menjadi berkah tersendiri," kata alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri tersebut.

 

Pria yang akrab disapa Kang Mar ini menambahkan, seteah tiba di lokasi kemudian dilakukan penyerahan pataka dan kedua pusaka untuk dilanjutkan menuju perjalanan ke Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Desa Babadan, Jalan Ponorogo Madiun sebagai tempat beristirahat rombongan sekaligus untuk memanjatkan doa bersama.

 

"Di ruang terpisah yang dimana tempat penyimpanan pataka NU dan kedua Pusaka akan dijaga dengan mengamalkan sholawat li khomsatun secara bergantian semalam suntuk," pungkasnya

 

Kegiatan 100 Ribu Doa Pager Bumi yang singgah di Kecamatan Bababadan dihadiri oleh keluarga besar NU, Forkopimka, santri Madrasah Diniyah dan berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam beberapa organisasi pencak silat.

 

 

Momen Spesial Banser

Sementara itu, momentum ini menjadi sangat sepesial bagi Suyadi, Komandan Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Banser Kecamatan Babadan. Lantaran setibanya rombongan Kirab di Kecamatan Babadan pataka kebanggan warga NU itu dipercayakan kepada dirinya untuk diarak dan dikibarkan.

 

"Saya sebagai Banser kader bangsa benteng ulama akan terus setia kepada agama, negara dan ulama. Apapun itu yang terjadi, terkhusus menjaga nama baik organisasi," kata Suyadi saat ditemui NU Online Jatim.

 

Ia menambahkan, walaupun dirinya membawa pataka dalam keadaan basah karena diguyur hujan, namun tetap semanagat dan terus melantunkan sholawat li khomsatun.

 

"Saya ingat pesan KH Hasyim Asyari. Siapa yang mengurusi NU, saya anggap sebagai santrinya. Dan yang saya anggap sebagai santrinya, saya doakan keluarganya, anak turunnya masuk surga. Saya selalu ingat itu," pungkas Suyadi.

 

Editor; Romza

Iklan promosi NU Online Jatim