Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Harlah Ke-61, Ketua PMII Tulungagung Tekankan Kualitas Kader dan Basis Intelektual

Harlah Ke-61, Ketua PMII Tulungagung Tekankan Kualitas Kader dan Basis Intelektual
Utri Suciati Ketua PC PMII Tulungagung yang baru terpilih sepekan kemarin. (Foto: NOJ/Dokumen Pribadi)
Utri Suciati Ketua PC PMII Tulungagung yang baru terpilih sepekan kemarin. (Foto: NOJ/Dokumen Pribadi)

Tulungagung, NU Online Jatim

Organisasi mahasiswa terbesar tepat 17 April 2021 ini genap berusia 61 tahun. Perjalan panjang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berkontribusi dan mengisi berbagai sektor kehidupan bangsa serta agama. 

 

Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Tulungagung, Utri Suciati mengatakan dari tahun ke tahun PMII hanya sekadar menambah massa yang banyak. Ke depan PMII di Tulungagung menginginkan kader-kadernya tidak hanya mengedepankan kuantitas namun juga kualitas. Hal ini sejalan dengan tema Harlah PMII ke-61 kali ini 'PMII Terdepan dalam Kemajuan'. 

 

"PMII itu bukan hanya memikirkan kuantitas namun juga kualitas. Bagaimana ke depan membuat suatu acuan kaderisasi yang mana menjadi basis intelektual yang ada untuk pergerakan itu sendiri," kata Suci Utri, Jum'at (16/04/2021).

 

Utri Suciati yang baru sepekan terpilih sebagai Ketua PC PMII Tulungagung menambahkan, jika Harlah ini sebagai memontum merefleksi setiap tahun. Mengusung semangat menyongsong Indonesia emas, PMII tidak boleh tertinggal dari arus kemajuan ekonomi dan teknologi yang berkembang pesat. Bahkan PMII harus menjadi garda terdepan dalam menyongsong kemajuan.

 

Lebih lanjut, menurutnya spirit harlah PMII yang ke-61 bagaimana hari ini sebagai organisasi pergerakan dituntut harus dan wajib untuk mempersiapkan diri. Menyongsong bonus demografi, menyongsong Indonesia emas tahun 2045 dengan sebaik-baiknya.

 

"Terkait dengan kemajuan ini misi dari pemerintah yaitu 'Indonesia Maju', harapan bagi warga pergerakan kita harus mendukung penuh pemerintah dalam memajukan Indonesia," ungkap Suci sapaan akrabnya.

 

Kepada NU Online Jatim, dirinya menceritakan selama berproses di pergerakan banyak hak yang berkesan. Memulai ikut aktif semenjak kuliah di tahun 2015, hingga mengemban amanah sebagai Ketua Korp PMII Putri (Kopri) PC PMII Tulungagung sampai Ketua PC PMII Tulungagung. Momen yang masih diingat dan berkesan ketika dia shalat berjama'ah di masjid tiba-tiba ibu mendoakannya. Mengingat ia jauh dari orang tua.

 

"Setiap hari saya jadikan sebagai motivasi kalau ternyata seolah-olah alam itu meridlai saya untuk terus berproses di PMII," ujar perempuan asli Lamongan tersebut.

 

Ketua pertama kali di Tulungagung dari kaum hawa itu optimis mampu mengemban amanah. Perempuan yang gemar berkumpul dengan teman dan berdiskusi isu-isu gender menegaskan organisasi ini adalah panggilan jiwanya. 

 

"PMII adalah suatu panggilan jiwa, panggilan hati. Tidak ada seorang pun yang mau berproses di PMII tanpa mereka terpanggil jiwanya," pungkas mahasiswi Magister Prodi Pendidikan Tadris Bahasa Inggris di UIN SATU Tulungagung tersebut.

 

Editor: Risma Savhira

F1 Promosi Iklan