Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Harlah NU Sarana Refleksi Menjaga Aswaja di Pesantren

Harlah NU Sarana Refleksi Menjaga Aswaja di Pesantren
H Madzkur Damiri, Pengasuh Pondok Pesantren Atqia, Bondowoso. (Foto: NOJ/Ade N)
H Madzkur Damiri, Pengasuh Pondok Pesantren Atqia, Bondowoso. (Foto: NOJ/Ade N)

Bondowoso, NU Online Jatim

Peringatan hari lahir ke-98 Nahdlatul Ulama menjadi refleksi bersama bahwa para ulama memiliki kesadaran untuk menjaga Ahlussunah wal Jama’ah. Dan kesadaran ini harus ditanamkan pula di pesantren.

 

Pandangan tersebut disampaikan H Madzkur Damiri, Pengasuh Pondok Pesantren Atqia Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso kepada media ini, Selasa (16/02/2021).

 

“Misi pesantren dan Nahdlatul Ulama sama. Kalau pesantren bersifat mikro, sedangkan Nahdlatul Ulama secara kelembagaan bersifat makro,” jelasnya.

 

Karena dalam pandangannya, pesantren harus mendukung khidmat dan kiprah NU agar perjuangan dalam menjaga Ahlussunah Wal Jam’aah, bangsa sdan negara bisa terorganisir dengan baik.

 

Misalnya kiai-kiai pesantren harus melibatkan  dalam organisasi NU. Dan pada saat yang bersamaan berada di bawah koordinasi Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama atau RMINU. Demikian pula para santri harus dikerahkan untuk menjadi kader atau aktivis jamiyah.

 

“Kemudian terhadap pandangan bahwa pesantren adalah NU kecil, sedangkan NU adalah pesantren besar, saya setuju. Kaarena sesungguhnya antara pesantren dan NU sama-sama lembaga yang menjaga Islam Ahlussunah Wal Jama’ah,” ungkapnya.

 

Dirinya berharap secara kelembagaan, NU dikelola secara profesional, sehingga bukan hanya menjadi inspirasi bagi bangsa dan motor pembangunan sumber daya manusia. Bahkan NU Nahdlatul Ulama semakin jaya dan diterima oleh dunia internasional.

 

"Kini banyak orang yang belajar ke NU dan berdirinya cabang-cabang di luar negeri itu merupakan tanda semakin diterimanya NU di dunia," pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

PWNU Jatim