Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kader Penggerak NU di Sumenep Segera Terlibat Bantu Bedah Rumah Dluafa

Kader Penggerak NU di Sumenep Segera Terlibat Bantu Bedah Rumah Dluafa
K. Ach Subairi Karim Launchingkan gerakan koin bedah dan rehab rumah dluafa sekaligus menetap KPNU sebagai donatur tetap. (Foto : NOJ/ Firdausi).
K. Ach Subairi Karim Launchingkan gerakan koin bedah dan rehab rumah dluafa sekaligus menetap KPNU sebagai donatur tetap. (Foto : NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Peran Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) dalam menggerakkan struktur di setiap daerah mampu memberikan warna baru bagi warga. Salah satunya gerakan sosial kemasyarakatan yang getol dilakukan demi mewujudkan tujuan organisasi.

 

Seperti yang dilakukan oleh pengurus NU-Care Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Mejelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan. Mereka menetapkan KPNU sebagai donatur tetap demi merealisasikan program unggulannya, yakni bedah rumah dan rehab rumah dluafa serta fasilitas umum lainnya saat pertemuan di Auditorium MWC NU Pragaan, Selasa (22/9/2020) malam.

 

KH Zarkasyi Abdurrahim menyampaikan, kader harus terus bergerak karena lawan NU akan menggempur disetiap arah. Berbagai gempuran internal dan eksternal serta modus dan cara licik mereka lakukan demi menyudutkan NU.

 

Rais MWCNU Pragaan tersebut menginstruksikan kepada kader untuk tidak diam. Karena jika diam, musuh semakin leluasa menghancurkan NU. Sedangkan warga merintih kesakitan dengan kondisi perekonomiannya yang tak kunjung bangkit.

 

Menurutnya, target mereka tahun 2030 NU harus tamat riwayatnya. Karena bagi mereka menghancurkan Indonesia harus dimulai dari menghancurkan NU.

 

"Kehidupan dunia ini tegak diatas gerak. Tidak tersedia sejengkal pun kata stagnan dalam sebuah pergerakan. Berhenti sejenak adalah kematian," tegasnya saat menyitir puisinya Iqbal.

 

Selanjutnya, dirinya meminta kepada kader untuk menjadi peyangga kegiatan sosial kemasyarakatan NU. Seperti halnya saat ini LAZISNU berhasil membedah rumah Sahawi di Dusun Ketapang Desa Jaddung. Keberhasilan ini NU dipercayai kembali oleh masyarakat untuk membedah rumah Maswa di Dusun Rembang Desa Pragaan Daya.

 

"Program tersebut membutuhkan dana yang besar. Tak mungkin kita menggantungkan pada Koin NU dan donatur tetap. Untuk merealisasikan hasil konferensi tersebut kami membentuk gerakan Koin bersegmen KPNU demi menghapus tangis para dhuafa," ungkapnya.

 

Di kesempatan yang berbeda, K. Ach Subairi Karim menjelaskan, selain berkomitmen melakukan bedah dan rehab rumah dluafa, LAZISNU selalu menyantuni yatim sebanyak 500 anak selama 2 kali dalam satu tahun. Pada bulan Muharram dan Ramadhan LAZISNU bergerilya ke setiap ranting untuk meringankan beban mereka.

 

Wakil Ketua MWCNU Pragaan tersebut memohon kepada seluruh KPNU untuk mengisi formulir donatur tetap yang jumlah nominalnya akan ditentukan oleh masing-masing kader. Mulai dari Rp. 5.000 hingga Rp. 50.000 atau bisa lebih dari jumlah tersebut. "Jenis donasi bisa berbentuk zakat, infaq, sedekah, wakaf, dan lainnya," urainya.

 

Selain itu, ada pula yang berbentuk bantuan doa para almarhumin. Maksudnya, para donatur tetap akan menulis nama-nama para kerabat yang sudah wafat maksimal 5 orang dan kemudian didoakan oleh para masyaikh ketika acara bulanan Bahtsul Masail.

 

"Mohon ditulis dan sertakan pula uangnya. Karena uang tersebut akan digunakan untuk bedah dan rehab rumah ibu Maswa," pintanya.

 

Pada saat yang sama K Muhris Baharun menambahkan, uang tersebut akan dijemput ke masing-masing rumah kader oleh tim khusus. Kemudian dimasukkan ke rekening LAZISNU di BMT NU. Antara lain: 01-150101002182 untuk rekening Infaq yatim, 01-150101002180 untuk Infaq sedekah, dan 01-150101002181 untuk zakat.

 

Ketua NU-Care LAZISNU MWCNU Pragaan memberikan waktu selama 5 hari untuk mengisi formulir tersebut dan dikumpulkannya pada pengurus. "Total KPNU Pragaan sebanyak 233 orang. Bayangkan jika seluruh kader menyumbang 10.000 perbulan totalnya berapa?," harapnya.

 

Dirinya mengingatkan untuk tidak mengumpulkan formulir dengan tulisan kosong. "Kembalikanlah formulir tersebut dengan tinta dan donasi anda," pungkasnya.

 

Editor : Romza

F1 Promosi Iklan