Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua NU Pragaan Sumenep Sebut KH Ali Bakri Keturunan Sunan Ampel

Ketua NU Pragaan Sumenep Sebut KH Ali Bakri Keturunan Sunan Ampel
Ketua MWCNU Pragaan, KH Ahmad Junaidi Muarif menjelaskan sosok almaghfurlah KH Ali Bakri. (Foto: NOJ/Firdausi)
Ketua MWCNU Pragaan, KH Ahmad Junaidi Muarif menjelaskan sosok almaghfurlah KH Ali Bakri. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Sumenep, KH Ahmad Junaidi Muarif menyebut almaghfurlah KH Ali Bakri Prenduan adalah keturunan Raden Rahmatullah Sunan Ampel yang ke-16. 

 

Penegasan disampaikannya pada kegiatan ziarah yang dilakukan rombongan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep di makam KH Ali Bakri, Prenduan, Sabtu (21/3).

 

Menurut Kiai Ahmad Junaidi, almarhum adalah Rais MWCNU Pragaan era 70-an sekaligus pengasuh utama Pondok Pesantren Al-Muqri Prenduan.

 

"KH Ali Bakri adalah keturunan ke-16 Raden Rahmatullah Sunan Ampel. Artinya beliau keturunan ke-38 dari baginda Rasulillah SAW,” tuturnya.

 

Kiai Ahmad Junaidi juga menyebut bahwa almarhum KH Ali Bakri sangat giat mengurus NU, tokoh fenominal dan digandrungi ribuan warga NU pada zamannya. 
Dirinya menceritakan bahwa KH Ali Bakri aktif di NU sekitar 1965, bersamaan dengan maraknya gerakan pemberontakan PKI.

 

"Kala itu, Ansor selalu mendampingi kegiatan pengurus harian. Sekitar tahun 1971 baru aktif kepengurusan MWCNU secara struktural. Kebetulan almarhum menjabat sebagai rais, sedangkan ketua adalah KH Abdurrahim ayahanda KH Zarkasyi Abdurrahim," jelasnya. 

 

Walaupun usia KH Ali Bakri sudah sepuh, semangatnya tidak pernah padam. Bahkan saat sakit, masih dibutuhkan warga kendati harus ditandu oleh warga untuk hadir ke berbagai acara seperti lailatul ijtima dan bahtsul masail," ungkapnya. Dan disampaikan bahwa sosok KH Ali Bakri sesungguhnya meneruskan semangat mertuanya yakni KH Muqri yang juga aktif di NU, lanjutnya.

 

Sementara sambutan keluarga Pondok Pesantren Al-Muqri diwakili Kiai Bahrus selaku putra almarhum KH Umar Hamdan Ali, cucu dari Kiai Ali Bakri.

 

"Terima kasih kunjungnnya di makbarah kakek kami KH Ali Bakri, semoga semua mendapat barakah dan makin mantap memperjuangkan Nahdlatul Ulama," katanya. 

 

Dirinya lalu bercerita bahwa Kiai Muqri selaku mertua KH Ali Bakri adalah pejuang NU.

 

“Kartanu beliau ditanda tangani langsung KH Abd Wahab Chasbullah dan asalnya tinggal di Tapsiun lalu pindah mendirikan pesantren yang kelak bernama Al-Muqri ini,” urainya. 

 

Nama pesantren, dulunya hanya disebut dengan Pesantren Karang Kapoh dan berdiri sekitar tahun 1912," ungkap Kiai Bahrus. 

 

"Untuk ukuran Prenduan, Pesantren Al-Muqri ini terbilang pesantren yang berdirinya awal banget," ujarnya. Dan diceritakan pula silsilah ikatan keluarga pengasuh Al-Muqri dengan banyak pengasuh pesantren lain di Sumenep.

 

Yang diketahuinya, KH Ali Bakri rajin hadir ke bahtsul masail, rajin beribadah, dekat dengan warga, banyak dikunjungi masyarakat untuk mohon berkah dan menjadi pejuang tangguh Nahdlatul Ulama Pragaan.

 

Di akhir acara, Kiai Jamali memimpin  tahlil dan istighotsah dengan harapan kunjungan PCNU Sumenep menziarahi muassis NU Pragaan, agar konsolidasi kelembagaan semakin erat dan menjadi spirit bagi Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Pragaan ke depannya. 

 

"Mari kita sama-sama bertawasul, memohon kepada Allah SWT agar warga NU dan umat Islam di Indonesia terhindar dari marabahaya serta wabah penyakit," kata Kiai Abd Warits Anwar.

 

Kontributor: Firdausi
Editor: Syaifullah
 

Bank Jatim (31/7)