Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

NU di Pragaan Sumenep Kembali Gelar Kajian Al-Muqtathafat li-Ahlil Bidayat

NU di Pragaan Sumenep Kembali Gelar Kajian Al-Muqtathafat li-Ahlil Bidayat
Kajian kitab yang digelar PRNU Pekamban Laok, Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Zubairi)
Kajian kitab yang digelar PRNU Pekamban Laok, Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Zubairi)

Sumenep, NU Online Jatim
Perkembangan virus Corona berimbas kepada kegiatan keagaan warga. Tidak sedikit yang akhirnya terhenti demi mematuhi anjuran pemerintah agar Covid-19 dapat terkendali.
Seiring dengan penerapan new normal atau tatanan hidup baru membuat Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pakamban Laok Pragaan Sumenep mulai kembali perkumpulan rutin setengah bulanan. 

 

"Alhamdulillah perubahan status zona merah ke kuning menjadikan masyarakat Pakamban Laok senang, dengan demikian membuat aktifitas warga mulai dibuka kembali setelah beberapa bulan terakhir ditiadakan sementara," kata Kiai Sumaryadi, Jumat (26/6).

 

Ketua PRNU Pakamban Laok ini merasa gembira dengan dilaksanakannya kembali perkumpulan ranting yang rutin dilakukan setiap setengah bulan. 

 

 

"Di desa kami aktivitas perkumpulan Nahdliyin seperti perkumpulan Muslimat dan Fatayat juga mulai dilaksanakan kembali. Hal ini berdasarkan surat yang dikeluarkan pengurus MWCNU Pragaan tentang pemakluman melaksanakan kegiatan perkumpulan warga," jelasnya

 

Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir di rumah anggota dengan rangkaian kegiatan membaca ratibul haddad. Juga kajian kitab al-Muqtathafāt li Ahlil Bidāyāt karya Kiai Haji Marzuqi Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur yang diasuh oleh Rais PRNU Pakamban Laok. 

 

Pada kesempatan tersebut, Kiai Abdul Waris menjelaskan beberapa dalil tentang tradisi yang dilakukan warga NU. Di antara dalil tentang mengangkat tangan dan mengusap wajahnya usai berdoa, sebagaimana dijelaskan dalam kitab at-Tirmidzi. Umar bin Khattab RA menyatakan bahwa Rasulullah ketika mengangkat tangannya untuk berdoa, tidak meletakkan kedua tangannya kembali sebelum mengusap wajahnya terlebih dahulu.

 

Dalam kitab tersebut juga disebutkan beberapa doa ma'tsurah sebagaimana disampaikan Anas RA. yaitu "Allahumma ātinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-ākhirati hasanah wa-qinā 'adzābannāār".

 

Kiai Mahrus Ali berharap kajian kitab seperti ini harus tetap dipertahankan di kalangan masyarakat bawah. Sebagaimana diketahui tradisi ajian kitab turats merupakan peninggalan para ulama terdahulu yang harus tetap dilestarikan.

 

Kontributor: Zubair
Editor: Syaifullah
 

PWNU Jatim Harlah