Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

NU Madiun Siap Kawal Rekrutmen Polisi Jalur Pesantren

NU Madiun Siap Kawal Rekrutmen Polisi Jalur Pesantren
Ketua PCNU Kabupaten Madiun, KH Ahmad Mirzan menerima Kapolres, AKBP Bagoes Wibisono. (Foto: NOJ/JPo)
Ketua PCNU Kabupaten Madiun, KH Ahmad Mirzan menerima Kapolres, AKBP Bagoes Wibisono. (Foto: NOJ/JPo)

Madiun, NU Online Jatim

Kapolres Madiun sangat serius mengawal imbauan Kapolri terkait lahirnya polisi yang berlatar belakang pesantren. Demikian pula mereka yang memiliki kemampuan membaca kitab kuning.

 

Hal tersebut disampaikan Kapolres Madiun, AKBP Bagoes Wibisono saat melakukan pertemuan di kediaman Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Madiun, KH Ahmad Mirzan. Kegiatan berlangsung Senin (01/02/2020).

 

Kepada kiai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Subulul Huda Kembangsawit, Rejosari, Kecamatan Kebonsari, tersebut, orang nomor satu di jajaran Polres Madiun ini mengenalkan program dan komitmen Kapolri baru yakni `Polri Presisi`. Yang mana salah satunya adalah pengajian kitab kuning serta rekrutmen polisi jalur pesantren.

 

"Kami mengapresiasi dan siap membantu rencana pengajian kitab kuning bagi anggota Polres Madiun dan akan menyampaikan terkait dengan rekrutmen Polri jalur pesantren," ucap Gus Mirzan, sapaan akrabnya.

 

Pada saat yang sama, Gus Mirzan mengucapkan terima kasih atas ucapan ulang tahun NU dari Kapolres. Juga selalu siap membantu tugas-tugas Polri dalam menjaga kamtibmas yang kondusif dan menghimbau untuk melaksanakan protokol kesehatan.

 

“Ya hari ini saya bersilaturahim dengan beliau sekaligus mengucapkan selamat hari lahir ke-95 Nahdlatul Ulama,” kata Bagoes.

 

AKBP Bagoes Wibisono juga menyampaikan berbagai hal terkait dengan dinamika dan perkembangan situasi kamtibmas terkini khususnya di Kabupaten Madiun.

 

“Kami juga meminta doa dan dukungan agar penanganan Covid-19 bisa lebih optimal dan Kabupaten Madiun bisa segera bebas dari virus berbahaya tersebut,” pintanya.

PWNU Jatim