Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Penelitian Dosen Fakultas Kedokteran Unusa Tembus Jurnal Internasional

Penelitian Dosen Fakultas Kedokteran Unusa Tembus Jurnal Internasional
Prestasi internasional diraih dosen FK Unusa. (Foto: NOJ/Ist)
Prestasi internasional diraih dosen FK Unusa. (Foto: NOJ/Ist)

Surabaya, NU Online Jatim

Prestasi internasional kembali ditorehkan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Yang terbaru adalah penelitian mengenai ‘Analisis Cemaran Makanan Jajanan Terbuka dan Tertutup di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang’ tembus jurnal internasional.

 

Penelitian dilakukan dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, Meidyta Sinantryana Widyaswari dan Kartuti Debora. Keduanya dibantu mahasiswa Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar yang berhasil tembus di Internasional Conference on Medical and Health Sciences (ICMHS) Proceedings of Iserd Internasional Conference yang berada di Rabat. Dan ini pengalaman pertama bagi kedua dosen tersebut dapat menembus publikasi internasional.

 

Meidyta Sinantryana Widyaswari menjelaskan, latar belakang penelitian yang dilakukannya berawal dari kasus demam di pesantren tersebut. Saat menganalisa mikrobiologis dan biokimia ternyata ditemukan Escherichia Coli dan Klebsiella Pneumoniae.

 

"Kedua bakteri yang ditemukan itu ada pada makanan tertutup maupun tidak tertutup," katanya, Jumat (26/03/2021).

 

Bakteri ini bisa mempengaruhi kesehatan, salah satunya menyebabkan sakit demam tifoid serta adanya gangguan pada pencernaan.

 

"Penyebabnya bermacam-macam salah satunya karena makanan yang kurang higienis atau cara pengolahannya yang kurang baik," terangnya.

 

Masuknya hasil penelitian ini dalam publikasi internasional, bagi Meidyta, adalah untuk pertama kalinya. Karena itu ia merasa bangga dan terlecut untuk melakukan hal sama berikutnya.

 

"Saya bangga berhasil lolos di publikasi internasional. Saya berharap hal ini bisa menjadi pelecut semangat pada sejawat dosen lain," bebernya.

 

Sementara itu, mahasiswa Unusa, Qoimam menjelaskan hasil penelitinya tersebut. Dirinya menemukan cemaran bakteri Eschericia Coli sebanyak 30 persen dan Klebsiella Pneumoniae sebanyak 40 persen pada sampel jajanan terbuka (unwrapped). Hal sama juga ditemukan pada jajanan tertutup atau wrapped.

 

Dari hasil penelitian ini, mereka berharap ke depan penanganan makanan di pondok pesantren harus memenuhi persyaratan food hygiene. Yakni sejak mulai proses penanganan dan pembuatan serta pengemasannya.

 

"Persyaratan ini diharapkan bisa menjaga satri lebih sehat dalam memenuhi kebutuan asupan gizi," pungkas Qoimam.

Iklan promosi NU Online Jatim