Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pengalaman Pelajar NU di Banyuwangi Mengisi Pondok Ramadlan

Pengalaman Pelajar NU di Banyuwangi Mengisi Pondok Ramadlan
Pondok Ramadlan tingkat sekolah dasar di Banyuwangi yang diisi kader IPNU dan IPPNU. (Foto: NOJ/Vina S)
Pondok Ramadlan tingkat sekolah dasar di Banyuwangi yang diisi kader IPNU dan IPPNU. (Foto: NOJ/Vina S)

Banyuwangi, NU Online Jatim

Keberadaan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tidak hanya sebagai wadah pelajar Nahdliyin. Yang juga melekat adalah wadah kaderisasi untuk mempersiapkan calon pemimpin bangsa.

 

Yang juga tidak dapat dipisahkan adalah wadah komunikasi ukhuwah Nahdliyah. Dan salah satu cara mewujudkan fungsi tersebut dengan cara melatih para kader untuk semaksimal mungkin mengamalkan dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan.

 

Semangat in i juga yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Siliragung Banyuwangi di Ramadlan kali ini. Mereka menjadi pemateri pondok Ramadlan di sekolah tingkat dasar (SD dan MI). Dan ini merupakan sarana melatih bersosialisasi dan mengamalkan ilmu yang dimiliki.

       

“Menjadi pemateri pondok Ramadlan di sekolah tingkat dasar adalah ladang yang tepat bagi IPNU-IPPNU Siliragung untuk melatih kesiapan baik dari segi mental maupun sosial,” kata Ali Mukhaidori, Senin (02/05/2021).

 

Dijelaskan Ketua PAC IPNU Siliragung tersebut bahwa ada 14 sekolah yang dituju di wilayah setempat yang tersebar di 5 desa.

 

Sebelum terjun ke sekolahan yang dituju, dilaksanakan terlebih dahulu  bimbingan teknis pemateri pondok Ramadlan yang diisi Lembaga Pendidikan Ma’arif NU setempat. Demikian juga tambahan wawasan oleh sejumlah alumni dengan pembahasan manajemen kelas dan substansi materi yang disampaikan.

 

“Materi yang disampaikan yaiu Al-Qur’an dan tajwid, fiqih yang meliputi thaharah dan praktiknya, puasa, shalat bersama praktiknya, serta zakat,” katanya.

 

Yang juga tidak kalah penting yakni moderasi Islam yang meliputi bagaimana bertoleransi yang dibenarkan. Seluruh materi tersebut kemudian dibukukan untuk dijadikan modul terpadu oleh tim organisasi dan kaderisasi PAC IPNU IPPNU Siliragung.

 

“Tujuannya mempermudah dalam menyampaikan materi,” tegasnya.

 

Dijelaskan bahwa fokus awal para kader yakni mengisi materi di MI naungan LP Ma’arif NU, selanjutnya Gugus SD Negeri Desa Siliragung menawarkan untuk diisi kegiatan pondok Ramadlan juga.

 

“Pelaksanaan pondok Ramadlan dimulai awal Ramadan sampai tanggal 26 menyesuaikan jadwal sekolah,” ungkapnya. Biasanya acara dimulai pukul 06.30 dengan shalat Dluha berjamaah dengan tetap pada protokol kesehatan, lanjutnya.

 

Pantauan media ini, peserta terlihat antusias. Sepanjang kegiatan mereka senang dan bangga bisa belajar bersama IPNU-IPPNU. Pengisi materi juga tidak monoton karena diselingi dengan game dan inovasi baru yang belum pernah mereka didapatkan.

 

“Kegiatan ini sebagai value kader NU dalam mendakwahkan Islam Aswaja, khususnya pengenalan IPNU-IPPNU kepada siswa SD dan MI di Kecamatan Siliragung yang tentunya mereka menjadi penerus kader NU di masa mendatang,” pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

 

F1 Promosi Iklan