Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Perkuat Konsolidasi, NU Pragaan Sumenep Hasilkan Program Unggulan

Perkuat Konsolidasi, NU Pragaan Sumenep Hasilkan Program Unggulan
Rapat koordinasi dan konsolidasi MWCNU Pragaan Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Rapat koordinasi dan konsolidasi MWCNU Pragaan Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Kurang lebih dua bulan hasil rapat koordinasi dan konsolidasi direalisasikan oleh pengurus harian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Sumenep. Salah satunya adalah safari ranting dan penguatan lembaga serta badan otonom.

 

Untuk mengoptimalkannya pengurus menyelenggarakan rapat yang kedua di kediaman Kiai Imam Sutaji demi mengevaluasi kinerja para pembina lembaga, ranting NU, dan Banom NU, Selasa (14/7).

 

Sebelum acara, Kiai Hambali Makhtum selaku pemandu meminta kepada kesediaan KH Asnawi Sulaiman untuk bertawasul dan KH Sa'dani Bahar memimpin tahlil untuk mendoakan para muassis, ulama NU, dan Nahdliyin.

 

Sekretaris MWCNU Pragaan tersebut mempersilakan kepada wakil ketua untuk melaporkan kinerja binaannya setelah Rais MWCNU Pragaan memberikan prolog dan arahan atas terselenggaranya beberapa program.

 

KH Zarkasyi Abdurrahim mengapresiasi beberapa program yang diselenggarakan oleh pengurus harian tanfidziyah dan lembaga yang mampu menghidupkan jamiyah dan jamaah di setiap desa. 

 

Rais MWCNU Pragaan tersebut meminta untuk menuntaskan kegiatan safari ranting. Karena ada beberapa ranting yang belum didatangi oleh pengurus harian MWCNU Pragaan, seperti Pengurus Ranting NU Prenduan, Pragaan Laok, dan Pekamban Daya. 

 

"Upaya koordinasi dan konsolidasi terhadap ranting secara kultural terus bergulir hingga akhir periode kita," harapnya. 

 

Di kesempatan berbeda, KH Asy'ari Khatib menyampaikan laporan bahwa lembaga binaannya tidak mengalami kendala. Karena Lembaga Ta'lif wan-Nasyr (LTN) selalu istiqamah meliput beragam kegiatan serta meramaikan NU Online Jatim dengan beragam berita dan opini. Bahkan mendatangkan Pimpinan Redaksi Majalah Aula dan Pimpinan Redaksi NU Online Jatim untuk memberikan pelatihan kepenulisan kepada para kader.

 

Wakil Ketua MWCNU Pragaan tersebut juga menyampaikan bahwa Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) memiliki 2 jenis kajian, yakni qanun asasi dan tematik. 

 

"Untuk Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) tiap bulan selalu meramaikan forum Lakpesdam dengan hadrah al-banjari dan setiap bulan melakukan latihan sekaligus kompolan di masing-masing anggota secara bergiliran," tegasnya. Dan kegiatan rutinitas tiga ranting binaannya juga istiqamah menjalankan programnya.

 

Tak kalah juga Kiai Sumaryadi menyampaikan bahwa lembaga binaannya yakni Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) juga menyelenggarakan kegiatan muharrik masjid yang diselesaikan di Pengurus Ranting NU Pragaan Daya 1 dan 2 sekaligus ranting binaannya.

 

Wakil Ketua MWCNU Pragaan tersebut mengutarakan bahwa ada keinginan dari pengurus LTMNU untuk menyelenggarakan latihan muharrik masjid di setiap desa dan melakukan labelasi di setiap masjid dengan menempelkan logo NU. 

 

"Untuk Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) menjadi penegas kepada Nahdliyin bahwa selalu siap memberikan pendampingan, penyuluhan, konsultan, dan kajian hukum jika dibutuhkan," ungkapnya. 

 

Di lain sisi Kiai Jamali Salim juga melaporkan bahwa ranting binaannya menjadi percontohan bagi ranting lainnya, yakni Karduluk dan Aeng Panas. 

 

Wakil Ketua MWCNU Pragaan tersebut menjelaskan bahwa Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) masih belum bisa melakukan kegiatan bulanan. Karena masih belum ada kebijakan khusus dari Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. 

 

"Alhamdulillah kemarin ada ketegasan bahwa bulan depan akan menyelesaikan sidang masail di LPI Al-Ghazali Desa Rombasan. Sedangkan Lembaga Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) butuh perombakan struktur, karena ketua lembaganya bulan lalu meninggal dunia. Marilah kita kirim fatihah kepada almarhum Kiai Ramli Syuja'ie," katanya. 

 

Berbeda dengan KH. Asnawi Sulaiman bahwa Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) berhasil melakukan 2 panen raya. Yakni jagung yang diberikan secara cuma-cuma kepada Nahdliyin saat bulan puasa dan sayur gambas yang dipasarkan di pasar tradisional dengan harga yang standar. 

 

Wakil Ketua MWCNU Pragaan tersebut mengutarakan bahwa BMT NU dan swalayan NU sudah tiga kali melakukan laporan evaluasi. Karena dua unit tersebut merupakan jantung kegiatan MWCNU Pragaan. 

 

"Alhamdulillah kali ini para aghniya dan tokoh-tokoh penting di Pragaan bisa menanamkan saham tiga puluhan juta ke BMT NU. Jika diamini oleh jajaran syuriyah, Insyaallah akan membuka jasa perpanjangan kendaraan bermotor atau STNK," harapnya. 

 

Tak sampai di situ, ia merespons pembina LTMNU bahwa Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) akan membantu dengan menggerakkan kadernya saat melakukan safari ke setiap masjid. 

 

"Jika memang diamini kader JQH siap memberikan latihan qiraah bahkan para guru langgar tidak usah menggunakan Iqra' sebagai bahan ajarnya. Karena NU memilih metode khusus untuk mengajarkan anak mengaji Al-Quran," pinta pembina PAC JQH Pragaan.

 

Kiai Imam Sutaji juga melaporkan bahwa Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) juga rencana untuk mengadakan pelatihan manasik haji. Sedangkan Lembaga Pendidikan Ma'arif (LPM) masih belum melanjutkan penulisan bahan ajar Aswaja bagi tingkat MA. Untuk tingkat MI dan MTs masih belum digandakan kembali. 

 

Laporan paling akhir disampaikan oleh Kiai A Subairi Karim yang mengutarakan untuk mengoptimalkan kembali klinik NU.

 

Wakil Ketua MWCNU Pragaan tersebut juga menyampaikan bahwa Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (NU-Care LAZISNU) akan melakukan rehab rumah Kiai Sahawi di Dusun Ketapang, Desa Jaddung. 

 

"Kemarin kami bersama ketua MWCNU beserta ketua lembaga melakukan musyawarah bersama tuan rumah beserta kerabatnya dan juga melibatkan tetangga serta kepala tukang untuk membicarakan tentang berbagai kekurangan yang harus dilengkapi. Khususnya di material pembangunan seperti semen, pasir, batu bata, dan lainnya," ungkapnya. 

 

Selanjutnya, mengharap kekompakannya kepada segenap pengurus MWCNU baik dari unsur syuriyah dan tanfidziyah untuk benar-benar menyikapi program ini. 

 

Pria yang sekaligus alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk tersebut memberitahukan bahwa ranting binaannya yakni PRNU Jaddung yang menjadi ranting percontohan se-Kabupaten Sumenep akan menyembelih binatang kurban di hari raya Idul Adha. 

 

"Malam ini uang yang terkonstruk Rp. 21.000.000,- mudah-mudahan bisa mencapai 3 ekor sapi," harapnya. 

 

Ustadz Hamdani selaku wakil bendahara yang hadir melaporkan keluar masuknya keuangan. 

 

Di akhir acara KH Ahmad Junaidi Mu'arif menyimpulkan bahwa bulan depan akan ada program yang akan diprioritaskan. Yakni penyegaran Lembaga Kesehatan (LKNU), safari masjid dan mushalla oleh LTMNU bersama JQH, dan penyediaan jasa perpanjangan kendaraan bermotor oleh BMT NU. 

 

"Kali ini yang lebih penting di prioritaskan adalah rehab rumah K. Sahawi. Mohon dukungannya untuk menggerakkan kader," tandas Ketua MWCNU Pragaan.

 

 

Kontributor: Firdausi
 

PWNU Jatim