• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 18 Juni 2024

Rehat

Ning Umi Laila, Daiyah yang Digandrungi Berbagai Kalangan

Ning Umi Laila, Daiyah yang Digandrungi Berbagai Kalangan
Umi Lailatul Rahmah Hadi atau Ning Umi Laila demikian digandrungi warga internet. (Foto: NOJ/IGr)
Umi Lailatul Rahmah Hadi atau Ning Umi Laila demikian digandrungi warga internet. (Foto: NOJ/IGr)

Surabaya, NU Online Jatim

Perlahan namun pasti, sejumlah kalangan termasuk para dai atau daiyah sudah semakin akrab dengan layanan media sosial. Hal ini menjadi nilai lebih karena warga internet bisa mendapatkan tambahan pengetahuan agama lebih mudah. Dan yang juga lagi viral adalah Ning Umi Laila.

 

Bagi penggemar TikTok, mungkin video pendek tentang ustadzah ini pernah berseliweran. Karena boleh dikata, sosoknya lumayan lengkap: parasnya rupawan, komunikatif, suaranya merdu, juga memiliki pengetahuan agama mumpuni.


Nama lengkapnya Umi Lailatul Rahmah Hadi, kelahiran Surabaya 8 Agustus 2000, dan sedang menuntaskan studi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Dan selain tampil rupawan, Umi Laila juga memiliki suara yang merdu dan sering bernyanyi lagu islami maupun shalawat. Seperti menjadi andalan, dalam acara pengajian keliling yang dilakukannya selalu diselingi lagu-lagu islami.


Pemilik akun Instagram @lailaarrahmah88 ini setidaknya hinga kini telah memiliki 609 ribu pengikut, dan merupakan putri dari pasangan muballigh almaghfurlah KH Edy Rahmatullah atau Kiai Granat dan Sulastri.


Ayah dan ibunya sering berdakwah secara berduet. Sempat bertanya kepada ayahnya, apakah Ummi Laila harus berdakwah mengikuti jejak ayah dan ibunya? Padahal saat itu dia belum tertarik dengan kegiatan dakwah. Namun demikian, saat dia kelas 2 SMP, dan ibunya sakit tidak bisa berdakwah, jamaah mendorong ayahnya untuk dakwah duet bersama Umi Laila. Suatu hari dalam perjalanan hidupnya, ayahnya sakit padahal ada undangan dakwah. Sang ayah mengutus Umi untuk dakwah sendiri, tanpa didampinginya.


Karena taat kepada orang tua, akhirnya Umi Lailla dengan terpaksa berdakwah sendiri tanpa didampingi sang ayah. Ternyata, jamaah senang dengan dakwah yang disampaikannya. Akhirnya dia bersama sang ayah menjadi pasangan duet dalam berdakwah, hingga sang ayah wafat. Sekarang, Umi Laila berdakwah sendirian, selain kuliah dan mengurus ibunya yang sakit, juga adiknya yang masih kecil.


Walaupun sebelumnya tidak menyukai dakwah, kini kecintaan akan profesi ini seolah menjadi bagian dari kebahagiaannya, karena bisa bermanfaat bagi banyak orang. Dan jam terbangnya juga semakin tinggi, termasuk diundang sejumlah kepala daerah seperti Bupati Tuban dan lainnya. Juga pernah berduet dengan para kiai terkenal seperti KH Anwar Zahid dari Bojonegoro.  


Rehat Terbaru