• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Tapal Kuda

Ketua LTNNU Jember: Santri Harus Jadi Digital Society yang Bijak

Ketua LTNNU Jember: Santri Harus Jadi Digital Society yang Bijak
Muhammad Faizudin Faiz (pegang mik), Ketua PC LTNNU Jember. (Foto: NOJ/ Wildan Miftahussurur)
Muhammad Faizudin Faiz (pegang mik), Ketua PC LTNNU Jember. (Foto: NOJ/ Wildan Miftahussurur)

Jember, NU Online Jatim
Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jember, Muhammad Faizudin Faiz mengatakan, santri harus menjadi masyarakat digital (digital society) yang bijak. Hal tersebut karena di era teknologi informasi yang kian berkembang dengan pesat menuntut para penggunanya untuk lebih ketat dalam menyaring informasi yang akan diterima.


“Kalangan pesantren, termasuk santri, harus menelaah lebih selektif sumber informasi mana yang mereka baca, terlebih bila bisa mereka harus yang jadi informannya,” ujarnya saat Seminar Nasional dan Launching Website di Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Jember, Sabtu (13/08/2022).


Ia mengatakan, digital society modern ini memang berdampak besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya di bidang keagamaan. Sebab, dengan sistem digital masyarakat dapat dengan mudah berkomunikasi jarak jauh secara cepat dan efisien.


Namun, di satu sisi kebebasan dalam menyebarkan informasi begitu luas dan bebas dapat berdampak buruk dengan mudahnya tersebar berita tidak benar atau hoaks. “Banyak media sosial dan website yang bebas membahas apapun. Entah benar atau tidak, semua dimuat,” katanya.


Gus Faiz, sapaan akrabnya, kemudian menyampaikan sejumlah website yang dapat dijadikan rujukan dan pedoman informasi “Beberapa website yang bisa dijadikan rujukan bagi kita yang insyaallah terpercaya, di antaranya NU Online, website PCNU Jember, Santri.net dan lain-sebagainya,” ungkapnya.


Dirinya menuturkan, kemajuan informasi digital di samping menebar manfaat, juga memberikan mudharat. Seperti maraknya cyber bullying dan berkurangnya batas-batas privasi. Untuk itu, ia menekankan agar para santri agar tidak semena-mena mengungah data pribadi ke media sosial.


Gus Faiz dalam kesempatan itu juga memaparkan pentingnya jurnalistik dalam kehidupan santri. Ia beralasan, keilmuan yang ada di pesantren sudah tidak diragukan dalam aspek keagamaan, namun minimnya peranan pesantren di era digital bisa juga menjadi titik lemah.


“Oleh karena itu, saya berharap kalangan santri setidaknya dapat menjadi role model masyarakat digital yang bijak dengan keilmuannya yang didapat selama di pesantren,” pungkasnya.


Penulis: Wildan Miftahussurur


Tapal Kuda Terbaru