Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Gus Im dan Kegilaannya pada Knockin on Heaven’s Door 

Gus Im dan Kegilaannya pada Knockin on Heaven’s Door 
Hasyim Wahid atau Gus Im gandrung kepada musik. (Foto: NOJ/NUp)
Hasyim Wahid atau Gus Im gandrung kepada musik. (Foto: NOJ/NUp)

Publik tak banyak yang mengenal Hasyim Wahid (Gus Im), kata Direktur NU Online Savic Ali. Padahal antara Gus Im dan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) ibarat satu keping mata uang di sisi yang berbeda. Keduanya adalah Icarus kembar dalam mitologi Yunani. 

 

Savic menulis cukup panjang sosok Gus Im setahun setelah putra bungsu KH Wahid Hasyim ini wafat. Gus Im meninggal dunia di RS Mayapada, Jakarta, pada Sabtu subuh, 1 Agustus 2020 di usia 67 tahun. 

 

Diakui oleh Savic, lebih dari dua puluh tahun ia mengenal Gus Im. "Gus Im adalah seorang defian, outlier, ikonoklas, subversif. Ia pintar sekaligus punya mental pembangkang," kata Savic.

 

Pendiri portal islami.co ini menyebut Gus Im sebagai satu-satunya saudara Gus Dur yang punya minat kurang lebih sama. Seperti halnya Gus Dur, Gus Im adalah penikmat musik di atas rata-rata. Jika Gus Dur lebih menyukai genre klasik—baru kemudian blues, Gus Im lebih menyukai rock & blues—baru kemudian klasik. "Ia menggilai Jimi Hendrix setinggi langit dan tergila-gila dengan lirik “Permisi, biarkan aku mencium langit” dalam Purple Haze. Di rumahnya terpampang foto besar Jimi Hendrix dengan gitarnya," tulis dia.

 

Selain Purple Haze, dari serangkaian koleksi musik yang dimiliki Gus Im, ada satu lagu yang cukup berarti bagi pria kelahiran Jakarta, 30 Oktober 1953 ini. Knockin on Heaven’s Door, lagu yang ditulis oleh Bob Dylan di tahun 1973 bahkan menjadi koleksi terbanyak Gus Im.

 

"Ia sudah mengoleksi seratus lebih versi Knockin on Heaven’s Door yang dinyanyikan secara berbeda," tulis Savic.

 

Knockin on Heaven’s Door bisa dibilang karya monumental Bob Dylan. Lagu ini direkam pada Februari 1973 di Burbank Studios, California. Beberapa tahun kemudian banyak musisi dunia menyanyikan ulang dalam berbagai versi, seperti, Eric Clapton, Sandy Denny, Gratefull Dead, Guns N’ Roses, George Harrison, Indigo Girls, U2, Warren Zone, Avril Lavigne, Bob Marley dan Cat Power.

 

Bloger pijarpatricia mengungkapkan, ketika lagu itu masih dinyanyikan oleh Bob Dylan, konstruksi makna dari lagu itu masih dalam koridor protes terhadap perang Vietnam. Namun kemudian lagu ini dibawakan juga oleh banyak musisi dari berbagai era. Tentu saja dengan genre dari masing-masing band/penyanyi yang berbeda dan pada era yang berbeda akan menimbulkan konstruksi makna presentasi yang berbeda pula untuk masing-masing band/penyanyi.

 

Bob Dylan menyanyikan lagu ini dalam genre folk yang agak sedikit ngeblues, yang merupakan versi asli dari lagu ini. Lagu ini berubah menjadi Reggee ketika dibawakan oleh Bob Marley, menjadi versi Heavy Metal Rock jika dibawakan oleh Guns N’ Roses, Versi akustik lebih banyak dibawakan yaitu oleh Avril Lavigne, U2, Bonjovi dan banyak band/penyanyi yang menampilkan lagu ini dalam live konser mereka.

Terkait

Tokoh Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini