• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Kediri Raya

Sinau Bareng, Ikhtiar LTNNU Kota Blitar Perkuat Dakwah Digital

Sinau Bareng, Ikhtiar LTNNU Kota Blitar Perkuat Dakwah Digital
Kegiatan Sinau Bareng Media Dakwah Digital oleh PC LTNNU Kota Blitar. (Foto: NOJ/ Lindia Rizkitasari)
Kegiatan Sinau Bareng Media Dakwah Digital oleh PC LTNNU Kota Blitar. (Foto: NOJ/ Lindia Rizkitasari)

Blitar, NU Online Jatim
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kota Blitar menggelar Sinau Bareng Media Dakwah Digital, Ahad (14/08/2022). Agenda tersebut dipusatkan di Aula Kantor PCNU Kota Blitar, Jalan Cisadane, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.


Ketua PC LTNNU Kota Blita Abdul Rois menyampaikan, menghadapi era disrupsi yang terus berkembang saat ini diperlukan penguatan kapasitas kader dalam melakukan dakwah digital. Sementara di sisi lain, penggunaan media sosial sebagai wujud digitalisasi terus mengalami peningkatan.


“Sebab-sebab inilah yang melatarbelakangi kegiatan ini menjadi penting dilaksanakan,” ujarnya kepada NU Online Jatim, Senin (15/08/2022).


Dirinya mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah membentuk Komunitas Cyber NU (Kober NU) guna memasifkan dakwah. Untuk mendukung hal itu, perlu dilakukan pembinaan secara masif dalam meningkatkan softskill pengelolaan media sosial sebagaimana yang dilakukan saat ini.


“Karena melalui Kober NU ini saya berharap seluruh pengelola media sosial, dapat selalu terhubung dan saling berbagi ilmu, sehingga kita dapat memperkuat dakwah digital bersama-sama,” ucapnya.


Pada kegiatan Sinau Bareng kali ini, anggota diberikan bekal pengetahuan yang berkaitan dengan videografi. Materi videografi ini disampaikan oleh H Rahyd Rayhan Dermawan, staff LTNNU Kota Blitar.


H Rahyd menyebutkan, media sosial bagaikan mangkuk besar, siapapun bisa menuangkan apapun ke dalamnya, madu ataupun racun.


“Sementara kita, keluarga kita, mengkonsumsi media sosial setiap hari, akankah kita biarkan mangkuk tersebut dipenuhi racun?” katanya.


Untuk itu, dirinya mengajak seluruh elemen NU agar turut berperan di media sosial dengan informasi yang positif. Hal tersebut agar berita yang dikonsumsi publik merupakan info yang benar dan valid.


Diketahui, kegiatan ini diikuti 45 peserta. Mereka merupakan perwakilan pengelola media sosial dari badan otonom NU, pondok pesantren, serta sekolah atau madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU se-Kota Blitar.


Penulis: Lindia Rizkitasari


Kediri Raya Terbaru