• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 23 April 2024

Keislaman

Berikut Cara Shalat Sunnah Lailatul Qadar dan Bacaan Doanya

Berikut Cara Shalat Sunnah Lailatul Qadar dan Bacaan Doanya
Ilustrasi berburu malam lailatul qadar. (Foto: detikJatim)
Ilustrasi berburu malam lailatul qadar. (Foto: detikJatim)

Pada malam lailatul qadar umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, mulai dari shalat sunnah hingga membaca doa-doa. Hal tersebut karena pada malam lailatul qadar pahala amal ibadah dilipatgandakan.

 

Berkaitan dengan shalat sunnah lailatul qadar, pada dasarnya tidak ditemukan dalilnya pada kitab-kitab hadits dan kitab-kitab fiqih. Justru, tuntunan pelaksanaan shalat sunnah malam lailatul qadar ditemukan dalam kitab Durratun Nashihin.

 

Disebutkan dalam kitab tersebut, shalat sunnah dilakukan sebanyak dua rakaat sebagaimana pada umumnya. Adapun bacaan surat dan doanya adalah sebagai berikut:

 

1. Membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama

2. Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali setelah Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama

3. Membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat kedua

4. Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali setelah Surat Al-Fatihah pada rakaat kedua

5. Setelah salam membaca istighfar sebanyak 70 kali.

 

Berikut ini lafal istighfar setelah salam:

 

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

 

Astaghfirullāha wa atūbu ilayhi

 

Artinya: "Aku memohon ampunan Allah dan aku bertobat kepada-Nya."

 

Berdasarkan riwayat yang tersebut dalam kitab Durratun Nashihin, bagi orang yang mengamalkan shalat sunnah dua rakaat malam lailatul qadar Allah akan mengampuninya dan mengampuni kedua orang tuanya ketika ia bangun dari duduknya.

 

Allah, kata riwayat tersebut, juga mengutus malaikat ke surga untuk menanam pohonan, membangun istana, dan menggali sungai di surga bagi orang yang mengamalkan shalat sunnah lailatul qadar. Orang tersebut akan melihatnya sebelum meninggal dunia. (Lihat Syekh Utsman Al-Khaubawi, Durratun Nashihin fil Wa‘zhi wal Irsyad, [Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 285-286).

 

Riwayat dari sahabat Ibnu Abbas ra dalam kitab ini dipermasalahkan. Riwayat tersebut dikutip dari Tafsir Al-Hanafi, tetapi riwayat ini tidak pernah ditemukan dalam kitab-kitab hadits yang selama ini menjadi rujukan dalam merumuskan hukum Islam (fiqih). oleh karena itu, dalam kitab-kitab fiqih kita tidak menemukan shalat sunnah lailatul qadar dalam bab shalat nafilah atau shalat-shalat sunnah.

 

Doa Malam Lailatul Qadar

Selain melaksanakan shalat sunnah, di malam lailatul qadar kita juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa. Berikut ini dua redaksi doa malam lailatul qadar berdasarkan hadits riwayat Sayyidah Aisyah RA.

 

1. Ini redaksi pertama doa malam lailatul qadar berdasarkan riwayat Imam At-Tirmidzi.

 

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ  تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

 

Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah)

 

Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”

 

Adapun bunyi hadits riwayat Imam At-Tirmidzi adalah sebagai berikut:

 

وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي

 

Artinya: “Dari Sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai lailatul qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’’” (HR At-Tirmidzi).

 

2. Ini redaksi kedua doa malam lailatul qadar berdasarkan riwayat lima Imam hadits kecuali Imam Abu Dawud.

 

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

 

Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah).

 

Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”

 

Adapun bunyi hadits riwayat lima imam hadits kecuali Imam Abu Dawud adalah sebagai berikut:

 

 وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ: أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا? قَالَ: "قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي" رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ غَيْرَ أَبِي دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَالْحَاكِمُ

 

Artinya: “Dari Sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengerti sebuah malam itu adalah lailatul qadar. Bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’’” (HR lima imam Hadits kecuali Imam Abu Dawud. Hadits ini diakui shahih oleh Imam A-Tirmidzi dan Al-Hakim). Wallahu a'lam.


Keislaman Terbaru