• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Madura

Dilantik, MWCNU di Sampang Diingatkan Sumpah dan Janji Organisasi

Dilantik, MWCNU di Sampang Diingatkan Sumpah dan Janji Organisasi
Prosesi pelantikan pengurus MWCNU Kecamatan Kota, Sampang. (Foto: NOJ/ Fahromi Nashihuddin)
Prosesi pelantikan pengurus MWCNU Kecamatan Kota, Sampang. (Foto: NOJ/ Fahromi Nashihuddin)

Sampang, NU Online Jatim
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kota, Sampang masa khidmat 2022-2027 resmi dilantik pada Sabtu (06/08/2022). Pelantikan dipusatkan di halaman Hotel Grand Al-Muallim Pondok Pesantren (PP) Assirojiyyah Kajuk Sampang.


Prosesi pelantikan dipimpin oleh Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang, KH Mahmud Huzaini. Ia menyampaikan, sumpah dan janji pengurus yang bersaksi atas nama Allah harus diwujudkan dengan cara melaksanakan tugas sebaik mungkin.


"Karena dalam menjalankan tugas ke-NU-an, biasanya rasa malas akan menghantui setiap pengurus. Maka, jika pengurus ingat kepada sumpah dan janji saat pelantikan, otomatis rasa malas akan pudar," kata Kiai Mahmud Huzaini.


Pesan senada disampaikan pula Ketua PCNU Sampang, KH Moh Itqan Bushiri. Dikatakan, usia NU hampir mendekati satu abad. Untuk itu, harus mempunyai persiapan yang sangat matang dan dasar niat yang kuat.


"Masuklah ke NU seperti kita masuk ke dalam masjid, tanpa ada maksud apapun selain niat ibadah. Kita harus pula betul-betul dangan persiapan terbaik dalam memasuki abad kedua ini. Salah satunya, aspek akreditasi agar menjadi organisasi ideal," tuturnya.


Sementara itu, KH Kholilurrahman penceramah asal Pamekasan dalam tausyiahnya memberikan motivasi dan semangat kepada pengurus agar selalu bergerak dan kompak dalam menjalankan roda organisasi.


"Para kiai dan ustadz ini adalah tokoh agama yang paling dekat dengan masyarakat, kekompakan dalam mengurus NU harus selalu ditonjolkan, agar NU semakin diminati dan disegani oleh umat masyarakat," ungkapnya.


Ia menyebutkan, perbedaan itu merupakan keniscayaan. Sebab berbedanya kepala, beda latar belakang, dan beda sosial, maka akan berbeda pula pemikiran yang dihasilkan.


"Oleh karena itu, tinggal bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut. Ada perbedaan yang bisa ditolerir, ada yang tidak bisa. Dan kewajiban kita saling menghargai," tegasnya.


Diketahui, pada kegiatan yang mengusung tema ‘Semangat Baru Harapan Baru Menunju Satu Abad NU’ ini juga dilaksanakan santunan kepada 30 anak yatim.


Madura Terbaru