• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Matraman

Viral Video “KDRT”, Ini Respons Aktivis Perempuan NU Ponorogo dan Tulungagung

Viral Video “KDRT”, Ini Respons Aktivis Perempuan NU Ponorogo dan Tulungagung
Nuurun Nahdiyyah, Ketua PC Fatayat NU Ponorogo.(Foto: NOJ/Husnul Khotimah)
Nuurun Nahdiyyah, Ketua PC Fatayat NU Ponorogo.(Foto: NOJ/Husnul Khotimah)

Ponorogo,  NU Online Jatim 

Jagad dunia maya sedang dihebohkan munculnya video pendakwah Oki Setiana Dewi. Dalam video akun Tiktoknya @okisetianadewi13, Oki menceritakan kisah suami istri yang sedang bertengkar. Di mana saat itu suami sangat marah hingga memukul wajah istrinya.

 

Perbuatan sang suami mengakibatkan istri menangis. Beberapa waktu kemudian ibu istrinya datang. Namun, istri tersebut tidak menceritakan perlakuan suaminya kepada ibunya sendiri.

 

Oki yang menceritakan ini dinilai mengajak pengikutnya menganggap wajar Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). 

 

Materi ceramah Oki itu kemudian menuai reaksi dari berbagai kalangan. Di antaranya Nuurun Nahdiyyah, Ketua Pimpinan Cabang (PC)  Fatayat NU Ponorogo.

 

"Sebagai seorang mubalighoh  dan pendakwah, mestinya juga harus memiliki keberpihakan terhadap perempuan.  Tindakan kekerasan yang dilakukan siapapun dan dalam bentuk apapun jelas itu adalah tindakan yang salah," tegasnya. 

 

Menurutnya, jika hal ini ditelan mentah-mentah,  maka dimungkinkan tindakan kekerasan akan merajalela. "Ini bukan sedang membuka aib," ungkap Nuurun. 

 

Ia juga menyampaikan, perempuan seharusnya diayomi, dilindungi, bukan malah ditindak semaunya. 

 

"Dari adanya kejadian demikian,  saya berharap kepada seorang pendakwah untuk pandai memilah dan mencari contoh lain dalam menyampaikan materi dakwah agar tidak menimbulkan kontroversi.  Karena disisi lain banyak pejuang yang sedang berusaha untuk mengambil keadilan penegakan hukum tindak kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga," tandas Nuurun.

 

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tulungagung, Utri Suciati menilai, KDRT maupun di luar rumah bukanlah ajaran Islam. Karena semua telah diatur mempunyai hak dan kedudukan yang sama di bidang tertentu.

 

"Kekerasan berbentuk apapun tidak akan pernah bisa dibenarkan. Sesama manusia baik laki-laki maupun perempuan, kita memiliki hak untuk berlindung dan dilindungi,” kata Uci.

 

Menurutnya, soal ceramah Oki sebagai perempuan yang juga influencer dengan banyak follower, seharusnya lebih berhati-hati menyampaikan materi dakwah. Apalagi cenderung menyetujui kekerasan terhadap istri.

 

"Bukan memberi keleluasaan terhadap kekerasan dalam rumah tangga dengan dalih menyembunyikan aib suami," ujar perempuan asli Lamongan tersebut.

 

Patut diapresiasi, beberapa waktu kemudian melalui akun instagram @okisetianadewi video tersebut diklarifikasi.

  

"Terima kasih atas perhatian dan kasih sayangnya. Tentu saya sangat menolak kekerasan dalam rumah tangga. Mohon maaf lahir batin atas kesalahan dalam menyampaikan dan semoga Allah mengampuni saya dalam setiap kesalahan-kesalahan saya," kata Oki dalam cuplikan video tersebut.


Editor:

Matraman Terbaru