• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 21 Mei 2022

Pantura

Nahdliyin di Tuban Kembalikan Upah Kerja Demi Dapatkan Kartanu

Nahdliyin di Tuban Kembalikan Upah Kerja Demi Dapatkan Kartanu
Tumijan dan Rumiyati. (Foto: NOJ/ Dharul Mustaqim)
Tumijan dan Rumiyati. (Foto: NOJ/ Dharul Mustaqim)

Tuban, NU Online Jatim

Ikhtiar guna diakui secara legal sebagai Nahdliyin dilakukan dengan pengorbanan hebat oleh Tumijan (50) dan Rumiyati (45) warga Dusun Mojo Desa Ngadirejo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Pasangan suami istri (Pasutri) ini bahkan rela kehilangan upah kerja demi memperoleh Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu).

 

Rumiyati menceritakan, dirinya dan sang suami sengaja mengembalikan upahnya sebagai buruh tani yang sudah diterima demi ikut sesi pendataan Kartanu di desanya. Sebab, jadwal bekerja sebagai buruh tani bertepatan dengan proses pendataan Kartanu. Itu dipilih juga karena keduanya ingin dekat dengan kiai dan diakui sebagai warga NU.

 

“Rezeki sama pekerjaan bisa dicari lagi, tetapi Kartanu-an tidak mesti ada setahun sekali,” kata Rumiyati, Senin (03/01/2022).

 

Bagi Rumiyati, penghasilan Rp80-150 ribu per orang sebagai buruh tani setiap harinya tidak berarti jika dirinya terdaftar dan diakui sebagai Nahdliyin.

 

“Waktu tahlilan disampaikan oleh Pak Anam (pengurus Ranting NU setempat) bahwa memiliki Kartanu itu penting. Jadi, pekerjaan bertanam di sawah saya batalkan, uangnya saya kembalikan ke ketua rombongan, terus saya ikut foto Kartanu di TPQ depan Masjid,” urai ibu dua anak itu.

 

Ia mengaku rutin ikut tahlilan dan mengaji yang dilaksanakan di kampung halamannya. “Setiap hari waktu tanam, setelah Shalat Subuh sudah berangkat sama rombongan ke daerah Pucuk, Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. (Waktu) Maghrib baru sampai rumah. Insyaallah setelah itu ikut Muslimatan sama menghibur cucu,” terang Rumiyati. 

 

Sementara itu, Choirul Anam pengurus Ranting NU Dusun Mojo, Desa Ngadirejo saat dikonfirmasi mengaku bahwa antusias masyarakat di wilayahnya sangat tinggi untuk mengikuti pendataan warga NU melalui program Kartanu.

 

Dari sekitar 220 Kepala keluarga (KK) atau 600 jiwa sudah ada 456 warga di Dusun Mojo Desa Ngadirejo yang terdaftar saat dilakukan sensus dan pembuatan Kartanu. Sementara dari 5 titik sebaran pemotretan Kartanu, total terdapat 1.408 warga yang mendaftarkan diri untuk dibuatkan Kartanu.

 

“Alhamdulillah, hari pertama pendataan warga NU berjalan dengan lancer. Kemungkinan masih ada susulan warga yang ingin didata karena tadi masih banyak warga yang bekerja,” kata Choirul Anam. 

 

Sedangkan data sementara dari Kartanu Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban sudah ada 8 dari total 20 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang sudah melakukan pendataan dan sensus warga NU.

 

Di antaranya  pada bulan November 2021 di MWCNU Plumpang 22.082 warga, MWCNU Singgahan 8.714 warga, MWCNU Merakurak 10.489 warga, dan MWCNU Jenu sebanyak 12.894.

 

Dilanjutkan pada bulan bulan Desember 2021,  MWCNU Rengel terdapat 20.765 warga, MWCNU Montong 13.390 warga, MWCNU Tambakboyo 7.897 Warga, dan MWCNU Bangilan 13.085.                     

 

Sementara untuk bulan Janauari 2022 yang saat ini memasuki hari kedua, data sementara di MWCNU Senori masih ada 888 warga. Untuk di MWCNU Bancar akan dimulai pada tanggal 5 Januari.

 

Selanjutnya di MWCNU Kerek ada 849 warga, dan MWCNU Widang pada hari pertama ada 1.408 warga di satu desa yang sudah mengikuti pendataan Kartanu.

  

Total keseluruhan mulai bulan November 2021- hingga 2 Januari 2022, Nahdliyin Tuban yang terdata ada 114.728. “Mohon doa dan dukunganya, semoga sensus warga NU di Bumi Wali ini berjalan lancar, dan bisa melampaui target yang ditentukan,” kata Muhtarom Khusnan, Wakil Sekretaris PCNU Tuban.


Editor:

Pantura Terbaru