• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 18 Mei 2022

Parlemen

Atasi Lonjakan Covid-19 di Bangkalan, Ra Nasih Bagikan Vitamin

Atasi Lonjakan Covid-19 di Bangkalan, Ra Nasih Bagikan Vitamin
Ra Nasih saat memberi sambutan. (Foto: NOJ/sn)
Ra Nasih saat memberi sambutan. (Foto: NOJ/sn)

Bangkalan, NU Online Jatim

Jumlah kasus Covid-19 di Bangkalan terpantau melonjak tajam. Oleh karena itu, Anggota DPRD Jatim, Mohammad Nasih Aschal turun tangan untuk membagikan vitamin dan suplemen pendukung guna meningkatkan imunitas kelompok di Bangkalan.

 

Menurut pria yang akrab disapa Ra Nasih tersebut, pembagian vitamin dan suplemen tersebut adalah wujud kepeduliannya serta sebagai salah satu sarana edukasi untuk melawan Covid-19.

 

“Ini wujud kepedulian kita sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura untuk menangani lonjakan Covid-19 di Bangkalan,” kata Ra Nasih saat menyerahkan bantuan kepada Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan, KH Makky Nasir, Rabu (16/06/2021).

 

Tidak hanya bergerak sendiri, namun politisi asal Partai Nasdem ini juga melibatkan para relawan untuk andil dalam pembagian vitamin ini.

 

“Para relawan juga melakukan edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19. Mereka mengajak masyarakat Bangkalan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan bisa memahami kalau Covid-19 ini benar-benar ada dan nyata,” ujarnya.

 

Ra Nasih mengungkapkan, jika penanganan Covid-19 di Madura perlu ada pendekatan khusus yang berbeda dari wilayah lain.

 

“Pendekatan dengan kearifan lokal sangat diperlukan untuk menangani Covid-19 di Bangkalan agar mereka bisa menjalankan protokol kesehatan,” ungkapnya.

 

Tidak hanya itu, Ra Nasih juga megusulkan pembentukan rumah-rumah sehat di masing-masing desa untuk mengedukasi masyarakat dan konsultasi kesehatan.

 

“Rumah sehat ini nantinya diharapkan dapat merubah stigma masyarakat jika berobat akan mengakibatkan kematian. Jadi kita gunakan pendekatan yang lebih halus sehingga dapat diterima masyarakat,” pungkasnya.


Parlemen Terbaru