Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Begini Cara Ranting NU di Situbondo Jaga Tempat Ibadah

Begini Cara Ranting NU di Situbondo Jaga Tempat Ibadah
Pemberian papan nama bagi mushala dan masjid oleh PRNU Besuki, Situbondo. (Foto: NOJ/Zakrasyi)
Pemberian papan nama bagi mushala dan masjid oleh PRNU Besuki, Situbondo. (Foto: NOJ/Zakrasyi)

Situbondo, NU Online Jatim

Banyak cara yang dilakukan untuk menjaga tempat ibadah. Bisa dengan memastikan amaliyah harian sesuai ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja), maupun bangunan yang ada.

 

Ikhtiar itu juga yang dilakukan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Kali ini dengan memberikan papan nama untuk sejumlah mushala yang ada di kawasan setempat.

 

Ahmad Zarkasyi mengatakan, saat ini  PRNU Besuki sedang berupaya agar masjid dan mushala terdata dengan baik sebagai aset NU. Pelaksanaan program papan nama adalah upaya kongkrit yang dilakukan untuk tujuan tersebut. Momentum tersebut apalagi berbarengan dengan peringatan hari lahir ke-98 NU.

 

“Pada peringatan harlah ini selain mengadakan istighotsah dan tahlil bersama KH Abdul Hamid Wahid selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo,” kata Ketua PRNU Besuki tersebut.

 

Dijelaskan, bahwa pada kegiatan kali ini yang dilakjkan adalah dengan membuat program untuk pembuatan papan nama bagi 34 mushala NU.

 

“Semua ini dilakukan agar mushala tersebut terdata secara resmi sebagai aset NU dan supaya kelompok radikalis tidak mudah masuk mengingat Desa Besuki adalah majemuk,” terangnya.

 

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo tersebut, masjid dan mushala merupakan media pendekatan diri seorang hamba kepada Allah SWT.

 

“Maka sangatlah perlu masjid dan mushala dimakmurkan dengan shalat berjamaah dan kegiatan lain yang bernuansa keislaman Aswaja,” terangnya.

 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa yang terpenting lagi sangatlah perlu sebuah masjid dan mushala mendapatkan papan nama sebagai bentuk pengakuan sebagai mushala NU.

 

“Hal ini tentunya akan mempermudah dalam melakukan pembinaan dan pengelolaan mushala,” jelasnya.

 

Zarkasyi menegaskan bahwa pemberian papan nama merupakan salah satu program prioritas dari Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) yang ditindak lanjuti kepengurusan di tingkat bawah.

 

“Hal ini penting supaya masjid dan mushala tersebut tidak diklaim oleh organisasi lain di luar NU,” tegasnya.

 

Lebih lanjut disebutkan bahwa penyediaan papan nama sekaligus merupakan dasar hukum pemberian perlindungan terhadap masjid dan mushala NU.

 

“Mudah-mudahan dengan pemberian papan ini, tidak ada lagi masjid maupun mushala NU yang diklaim oleh organisasi lain,” harapnya.

 

Program ini juga didukung Rais PRNU setempat, Ustadz H Hambali. Bahkan apa yang dilakukan sebagai ikhtiar dalam memproteksi tempat ibadah agar sesuai dengan peruntukan dan jauh dari klaim berbagai kalangan di luar NU.

 

Wakil Rektor Universitas Nurul Jadid (Unuja) tersebut mengemukakan pemberian papan nama kepada seluruh musala yang berpaham Aswaja harus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Apalagi notabene adalah Nahdliyin.

 

“Kita apresiasi dan harus mendukung program ini agar program yang dilakukan berjalan sesuai dengan target yang telah disepakati PRNU Besuki,” katanya.

 

Hingga kini ada 34 mushala yang ada di Desa Besuki. Sementara papan nama yang telah diserahkan pada acara hari lahir ke-98 NU sebanyak 7 papan nama.

 

Penulis: Zarkasyi

Iklan promosi NU Online Jatim