Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Cerita Ketua PMII Tulungagung Ikuti Kongres XX di Masa Pandemi Covid-19

Cerita Ketua PMII Tulungagung Ikuti Kongres XX di Masa Pandemi Covid-19
Ketua PMII Tulungagung Muhammad di arena Kongres PMII XX di zona lima di Lombok Timur, NTB. (Foto: NOJ/PH)
Ketua PMII Tulungagung Muhammad di arena Kongres PMII XX di zona lima di Lombok Timur, NTB. (Foto: NOJ/PH)

Tulungagung, NU Online Jatim

Kongres XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) digelar dan dipusatkan di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 17 sampai 20 Maret 2021. Karena masa pandemi Covid-19, acara digelar secara hybrid, yakni secara langsung dan virtual. 

 

Kongres dibuka secara daring oleh Presiden Joko Widodo. Untuk menghindari kerumunan, acara dibagi menjadi enam zonasi. Untuk peserta kongres dari Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, dilaksanakan di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Karena terpisah-pisah, Kongres PMII kali ini tidak sesemarak gelaran serupa sebelumnya. Namun, peserta tetap semangat. 


"Tidak seperti forum nasional atau kongres yang biasa digelar oleh PMII. Kongres tahun ini terasa sepi, karena masih pandemi Covid-19. Sehingga peserta Kongres XX harus dibagi menjadi 6 zona" kata Ketua PC PMII Tulungagung Muhammad Afifudin kepada NU Online Jatim, Rabu (17/03/2021). 

 

Menurut Afifudin, kongres PMII diadakan di enam zona. PC PMII Kabupaten Tulungagung mengikuti kongres tersebut di zona lima, yaitu zona Jawa Timur, Bali dan Nusra yang berlokasi di Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, bersama 41 peserta yang lain.


"Biasanya ramai sekali. Tidak hanya peserta dan panitia, tapi ada juga romli atau rombongan liar yaitu kader PMII dari berbagai kota yang tidak masuk dalam peserta tapi  ikut meramaikan kongres PMII dengan membawa bendera kebanggaan organisasi di setiap sudut lokasi. Tapi kali ini tidak ada keramaian" ujarnya. 


Meskipun merasa sepi, aktivis berambut gondrong ini mengaku tetap merasakan kekhidmatan kongres. Selain itu, PB PMII yang memanfaatkan teknologi dalam pagelaran hajat besar tersebut membuat Afifudin optimistis bahwa tujuan kongres bisa tercapai.

 

Ia menceritakan bahwa kongres dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo dan diikuti oleh tokoh nasional serta alumni PMII. Itu memberikan kesan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan penting.


"Walau harus memanfaatkan teknologi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, namun tidak mengurangi marwah kongres PMII," tandas Afifuddin. 


Dengan diadakannya kongres di tengah pandemi ini, ia berharap PMII tetap menghasilkan program-program strategis dan mampu menjadi contoh pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan di tingkat nasional.

 

Editor: Nur Faishal

F1 Promosi Iklan