Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Gugas NU Peduli Covid-19 di Sumenep Bagikan Tempat Cuci Tangan

Gugas NU Peduli Covid-19 di Sumenep Bagikan Tempat Cuci Tangan
Penyerahan alat cuci tangan di Desa Larangan Perreng, Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Penyerahan alat cuci tangan di Desa Larangan Perreng, Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Penularan Covid-19 masih belum berakhir. Berbagai cara dilakukan pemerintah dan relawan untuk memutus mata rantai virus ini. Yang sering terjadi di lapangan adalah penularan Covid-19 melalui kontak tangan.

 

Untuk mengantisipasi penularan tersebut, Gugus Tugas atau Gugas NU Peduli Covid-19 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan Sumenep kembali menyerahkan sumbangan alat cuci tangan kepada tiga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU). Yaitu Larangan Perreng, Rombasan, dan Kaduara Timur.

 

"Berdasarkan jadwal, fasilitas tersebut diberikan kepada Ketua Pengurus Ranting NU, yang nantinya akan ditempatkan di berbagai masjid," kata Gus Harir Hidayat, Kamis (23/4).

 

Ketua Gugas NU Peduli Covid-19 MWCNU Pragaan tersebut menegaskan bahwa sumbangan fasilitas cuci tangan diharapkan membantu masyarakat saat melaksanakan ibadah shalat tarawih dan kegiatan ubudiyah lain.

 

Di kesempatan berbeda, Moh Yusri yang didaulat sebagai koordinator pengadaan memiliki pandangan bahwa cuci tangan dengan sabun lebih baik daripada menggunakan hand sanitizer. Karena bahannya rentan menyebabkan iritasi ringan kepada kulit.

 

"Kami mengimbau kepada segenap warga NU untuk mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir," ungkapnya saat melakukan pembelajaran kepada warga.

 

Hal senada juga di sampaikan Wakil Rais MWCNU Pragaan saat menerima bantuan di kediamannya yakni Desa Larangan Perreng.

 

"Penularan bisa terjadi akibat pencemaran pada tangan yang kemudian menyentuh wajah, mulut, hidung, mata. Ini yang harus kita cegah,” ungkap KH Sa'dani Bahar.

 

Dalam pandangannya, seseorang bisa saja tanpa disengaja memindahkan virus melalui droplets atau dahak, sehingga percikannya jatuh ke permukaan tangan.

 

"Kebiasaan Nahdliyin atau warga NU saat bertegur sapa, tidak lepas dengan berjabat tangan. Bagi kalangan muda akan mencium tangan mereka yang lebih tua sebagi bukti penghormatan,” kata Kiai A Syaikhul Umam selaku Rais PRNU Rombasan.

 

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada tim Gugas yang rela meluangkan waktu demi gerakan kemanusiaan ini.

 

Hal senada juga disampaikan Rais PRNU Kaduara Timur, KH Taufiqurrahman. Bahwa kegiatan positif ini hendaknya tidak hanya saat pandemi Covid-19.

 

"Kegiatan ini salah satu replika dari apa yang disunnahkan Rasulullah SAW. Beliau selalu menganjurkan kepada umatnya untuk hidup bersih karena kebersihan bagian dari iman kita," pungkasnya.

 

Kontributor: Firdausi
Editor: Syaifullah
 


Editor:
F1 Promosi Iklan