Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Innalilillah, Kiai Umar A’wan NU Pragaan Sumenep Wafat

Innalilillah, Kiai Umar A’wan NU Pragaan Sumenep Wafat
Ucapan duka atas wafatnya Kiai Umar Faruq, A'wan MWCNU Pragaan, Kabupaten Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Ucapan duka atas wafatnya Kiai Umar Faruq, A'wan MWCNU Pragaan, Kabupaten Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Kabar duka kembali tersiar di sejumlah platform NU Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura. Pasalnya, Kiai Umar Faruq, A’wan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, wafat, Jum’at (10/9/2021), sekira pukul 11.30 WIB.

 

Kabar duka ini dibenarkan oleh KH Sa’dani Bahar selaku Rais Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Larangan Perreng. Jenazah dikebumikan di sebelah barat mushala Al-Husna Dusun Sumber Gentong, Desa Larangan Perreng, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

 

“Ya, kabar duka yang tersebar di grup WhatsApp benar-benar nyata,” kata Wakil Rais MWCNU Pragaan itu kepada NU Online Jatim.

 

Terpisah, Kiai Ach Subairi Karim, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, mengutarakan bahwa almarhum pengasuh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Mambaul Ihsan Sumber Gentong dan alumni Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung.

 

“Sejak saya aktif di NU tahun 2000, beliau sudah aktif di NU. Kala itu beliau menjadi pengurus ranting dan MWCNU. Setiap pertemuan, beliau selalu hadir. Padahal dari sisi geografis rumah beliau jauh. Pribadinya ramah, santun, dan alim,” kenangnya.

 

Dijelaskan pula, sejak kecelakaan lalu lintas, Kiai Umar terlihat kurang sehat.

 

“Beliau alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU). Orang dekatnya bercerita bahwa dilihat dari kejadian kecelakaan tragis itu, secara akal beliau tidak tertolong. Tetapi ijazah PKPNU menjadi washilah kondisi beliau baik-baik saja,” ungkap alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu.

 

Di kesempatan yang sama, santri Kiai Umar, yakni Moh Yusri, bahwa para santtri mengaku berduka cita atas wafatnya sang guru.

 

“Almarhum merupakan guru yang memiliki karisma dalam mengayomi masyarakat, terutama dalam bidang keagamaan. Sosoknya sangat disegani dan dihormati oleh masyarakat. Juga memiliki kepribadian yang baik dan menjadi teladan, khususnya bagi masyarakat sekitar. Kami sebagai santri merasa kehilangan perginya. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya amin ya rabbal alamin,” doanya.

 

Editor: Nur Faishal


Editor:
F1 Bank Jatim