Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Marak Teror, Tiap Desa Dijaga 20 Pendekar NU di Pasuruan

Marak Teror, Tiap Desa Dijaga 20 Pendekar NU di Pasuruan
Anggota PSNU Pagar Nusa Kabupaten Pasuruan latihan. (Foto: NOJ/MS)
Anggota PSNU Pagar Nusa Kabupaten Pasuruan latihan. (Foto: NOJ/MS)

Pasuruan, NU Online Jatim

Aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap puluhan terduga teroris pascabom Makassar dan teror di Mabes Polri pekan lalu. Beberapa terduga yang ditangkap diketahui tengah merencanakan aksi teror. Di antaranya bakal menyasar tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

 

Tentu saja NU tidak tinggal diam. Langkah antisipatif dilakukan. Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Sebarguna (Banser) Jawa Timur sudah membentuk pasukan untuk membantu pemerintah dan penegak hukum menjaga desa-desa. Setiap desa disiagakan satu peleton Banser.

 

Begitu pula dengan Pencak Silat NU (PSNU) Pagar Nusa. Di Kabupaten Pasuruan, contohnya, Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa kabupaten setempat menyatakan sudah siap menjadi pagar terdepan untuk NU dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

"Sesuai amanat pendiri Pagar Nusa. Pagar Nusa wajib hukumnya menjadi pagarnya NU dan NKRI," ujar Sekretaris PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Pasuruan, Baha'uddin, ditemui di Graha Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Kecamatan Pohjentrek, Senin (05/04/2021).

 

"Ingat, Pagar Nusa jelas siap melindungi dan membela para kiai dari ancaman apapun," imbuh Kang Baha’, sapaan akrab Baha’uddin.

 

Kang Baha' memastikan bahwa pasukan Pagar Nusa rutin melakukan  gemblengan (latihan fisik dan spiritual) sehingga siap tempur kapan saja. Artinya, pendekar Pagar Nusa sudah siap menjaga para tokoh NU dari aksi teror yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal-ekstrem.

 

"Pagar Nusa sudah siap. Barisan kita di masing-masing desa, sudah ada PASTI, Pasukan Inti. Ini, bahkan sudah mengikuti gemblengan khusus," imbuh alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan itu.

 

"PASTI di setiap desa, ada 20 pasukan. Siap. Hanya di Kecamatan Tosari dan Puspo yang sedang memantapkan konsolidasi, karena memang baru saja Konferancab, Konferensi Anak Cabang," pungkas Alumnus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Salahuddin Pasuruan tersebut.

 

Editor: Nur Faishal

F1 Promosi Iklan