Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Menuju Pilkada 2020, PC PMII Jember Gelar Talk Show Tolak Politik Tambang

Menuju Pilkada 2020, PC PMII Jember Gelar Talk Show Tolak Politik Tambang
Talk Show Pilkada Jember: Menolak Politik Tambang Demi Kelestarian Lingkungan Hidup oleh PC PMII Jember. (Foto: Harris)
Talk Show Pilkada Jember: Menolak Politik Tambang Demi Kelestarian Lingkungan Hidup oleh PC PMII Jember. (Foto: Harris)

Jember, NU Online Jatim

Menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jember 2020, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember gelar talk show dengan tajuk  ‘Pilkada Jember: Menolak Politik Tambang Demi Kelestarian Lingkungan Hidup’. Acara yang digelar pada Rabu (02/12/2012) ini bertempat di Taman Botani Sukorambi, Jember.

 

Dalam acara ini turut hadir HM. Ayyub Junaidi, Sekretaris DPC PKB Jember, Adil Satria Putra, Pengamat Lingkungan, Bambang Teguh K (LSDP SD INPERS), Fathorraan, (Akademisi), David Handoko Seto (Komisi C DPRD Jember).

 

Ketua PC PMII Jember, Baijuri mengatakan bahwa acara ini digelar dalam rangka mengawal pertambangan di Jember agar tidak menjadi transaksi politik Pilkada.

 

"Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga pertambangan di Jember. Karena tambang berpotensi menjadi transaksi politik pilkada. Mengingat ada sebelas titik tambang di Jember,” katanya.

 

Dirinya menambahkan, bahwa konflik terkait agrarian masih banyak terjadi di Jember. Maka Pasangan Calon (Paslon) harus juga mempertimbangkan masalah ini.

 

“Di satu sisi konflik agraria di masyarakat masih masif terjadi. Artinya, Paslon harus mempertimbangkan kepentingan rakyat. Sehingga manfaat dari kegiatan ini membuka cakrawala dan diskursus terhadap publik mengenai tambang yg merugukan," tambahnya.

 

Salain itu Baijuri menyampaikan pesan kepada peserta dan juga aparat pemerintah bahwa komitmen menolak tambang jangan hanya menjadi ajang 5 tahunan.

 

"Harapannya komitmen menolak tambang tidak sekedar menjadi ajang 5 tahunan, namun komitmen tersebut tergambarkan pada bentuk nyata peraturan dan upaya menyelesaikan konflik agraria yg hari ini terjadi di wilayah-wilayah konflik," ungkapnya.

 

Bambang Teguh K salah satu narasumber mengatakan eksploitasi tambang sudah lama terjadi, dan selalu mendapat penolakan dari masyarakat.

 

"Problem tambang sudah lama terjadi dengan adanya politisi ke Jember dan menawarkan eksploitasi di Silo atas nama tambang metal. Pasca reformasi hal ini berkembang kembali, dan masif terjadi penolakan oleh masyarakat. Saya ingat betul ketika itu PMII bersama masyarakat dalam melakukan perlawan," jelasnya

 

Dirinya juga memberikan solusi bagaimana cara mencegah eksploitasi tambang tersebut.

 

"Eksploitasi tambang hanya dapat ditolak melalui basis pengorganisiran masyarakat. Cara menolaknya adalah dengan pengorganisiran masyarakat melalui pola mendidik rakyat atas ketertindasannya," pungkasnya.

 

 

Penulis : Mohammad Haris

Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim Harlah