Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

PAC Fatayat NU di Tulungagung Gelar Senam Bersarung

PAC Fatayat NU di Tulungagung Gelar Senam Bersarung
Acara Senam Islam Nusantara PAC Fatayat Gondang Tulungagung. (Foto: NOJ/Afif)
Acara Senam Islam Nusantara PAC Fatayat Gondang Tulungagung. (Foto: NOJ/Afif)

Tulungagung, NU Online Jatim

Bulan Oktober tahun 2020 begitu istimewa. Tidak hanya peringatan Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober dan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober, tetapi juga tanggal 12 Rabiul Awal yaitu kelahiran Rasulullah yang jatuh pada tanggal 29/10/2020. Karena inilah Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Gondang, Tulungagung menggelar senam bersarung sebagai bentuk peringatan Hari Santri, Sumpah Pemuda, sekaligus Maulid Nabi 1442 H.

 

Acara yang dilaksanakan di lapangan Desa Bendungan Kecamatan Gondang Tulungagung ini diikuti oleh anggota Fatayat NU, kegiatan ini diikuti oleh berbagai pihak, diantaranya Camat Gondang, Ketua TP PKK, Danramil, Kapolsek Kec. Gondang, Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gondang berserta badan otonom, Kepala Desa Bendungan, juga masyarakat umum.

 

“Ahlan Wasahlan. Sarung adalah pakaian yang begitu melekat bagi santri. Oleh karenanya, senam Islam Nusantara pagi ini peserta diwajibkan untuk memakai sarung ala santri,” ungkap Naim Matusalimah selaku Ketua PAC Fatayat NU Gondang pada Jumat 30/10/2020.

 

Perempuan yang sering disapa Naim ini menambahkan untuk menjaga kesehatan diperlukan olahraga yang rutin, salah satunya adalah senam. Selain itu, senam adalah salah satu jenis olahraga yang disukai masyarakat khususnya bagi perempuan.

 

“Kegiatan ini semakin menambah kecintaan kepada Rasulullah serta menumbuhkan jiwa nasionalisme dan semangat persatuan,” jelasnya.

 

Kegiatan ini pun mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya kehadiran H M. Sofwan Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gondang.

 

“Peringatan Maulid Nabi jangan dimaknai hanya sebatas formalitas, tetapi juga perlu ditanamkan pada diri untuk evaluasi diri. Selain itu, senam semacam ini sangat penting untuk keberlangsungan dan keharmonisan dalam menjaga kekompakan antar anggota,” terangnya.

 

Dalam memeriahkan Maulid Nabi para peserta diwajibkan membawa ambeng takir guna merawat tradisi khas Tulungagung. Sebuah makanan yang diletakkan di mangkok dari daun pisang, lengkap dengan kelapa parut dan lauknya. Takir atas pun dinikmati peserta usai Senam Islam Nusantara, sembari menunggu pengumuman doorprize.

 

 

Editor : Risma Savhira

Bank Jatim (31/7)