Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Rawat Tradisi Leluhur, MWCNU di Sumenep Gelar Pacapa Budaya

Rawat Tradisi Leluhur, MWCNU di Sumenep Gelar Pacapa Budaya
Kegiatan Pacapa Budaya MWCNU Nonggunong Sumenep. (Foto: NOJ/Faruq)
Kegiatan Pacapa Budaya MWCNU Nonggunong Sumenep. (Foto: NOJ/Faruq)

Sumenep, NU Online Jatim

Dalam rangka ikut serta menjaga tradisi lokal di tengah masyarakat, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Nonggunong, Sumenep bekerja sama dengan Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Sumenep menggelar acara Pacapa Budaya.

 

Dalam acara yang digelar di Kantor MWCNU Nonggunong pada Rabu (24/03/2021) ini mengambil tajuk 'Arabat Sangkolan'. Hadir dalam acara ini sejumlah narasumber yang telah berkompeten di bidangnya, di antaranya yaitu Homaidi CH Ketua Lesbumi NU Sumenep dan para anggotanya.

 

Tak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh peserta yang terdiri dari pengurus MWCNU, pengurus ranting dan anak ranting, Badan Otonom (Banom) serta lembaga-lembaga lainnya yang ada di lingkungan MWCNU Nonggunong.

 

Homaidi CH menyampaikan tentang pentingnya masyarakat untuk menjaga dan merawat nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi leluhur kita di tanah air khususnya Nonggunong dan pada umumnya Pulau Sapudi. Dijelaskan, saat ini bukan hanya di kota, namun di kepulauan tradisi peninggalan leluhur sudah banyak yang punah.

 

"Karena tradisi yang ada di Sapudi ini sudah banyak yang punah, maka kita sebagai Lesbumi di bawah naungan NU harus merawat dan menjaga warisan tersebut, agar dikenal dan diingat oleh anak cucu kita," katanya.

 

Sementara itu, M Murtaqi Ali selaku perwakilan Gerakan Pemuda (GP) Ansor setempat menyampaikan bahwa kalangan anak muda sekarang sudah gengsi dengan kebudayaan yang ada.

 

"Generasi muda saat ini sudah tidak mengenal tradisi dan budaya warisan nenek moyang kita. Misalnya, anak muda yang berada di perantauan, jika pulang ke kampung, maka tak kenal yang namanya tradisi dan budaya kearifan lokal. Hal ini yang harus kita pikirkan bersama agar anak muda tidak merasa gengsi dengan warisan budaya sesuai Pacapa ini, yaitu Arabat Sangkolan," tuturnya.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Mohammad Mohni selaku Ketua Ranting NU Nonggunong. Ia menyampaikan pentingnya menjaga budaya bahasa Madura yang sudah banyak purnah di kalangan anak muda.

 

"Hal ini menjadi tanggung jawab kita, karena bahasa Madura ini banyak yang salah dalam penggunaanya termasuk ejaan yang digunakan. Mengingat bahasa Madura merupakan ciri khas atau budaya Madura yang harus dilestarikan dan dirawat serta digunakan oleh masyarakat. Jika berbahasa jangan setengah-setangah, harus semuanya. Kata Guru saya," ungkapnya.

 

Sementara itu, Ustadz Syamsul Hadi selaku Sekretaris MWCNU Nonggunong menyampaikan, dalam waktu dekat Lesbumi NU Nonggunong akan segera dibentuk.

 

"Mengingat di MWC​​​​​​​NU Nonggunong sudah ada beberapa Banom dan lembaga NU yang sudah terbentuk, yaitu, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Pagar Nusa yang sebentar lagi akan dilantik. Dalam waktu dekat kami akan membentuk Lesbumi di sini," terangnya.

 

Penulis: Faruq Fanza Podey

​​​​​​​Editor: Risma Savhira

F1 Promosi Iklan