• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 30 September 2022

Rehat

Sumpah Hadratussyekh dan Ulama Dunia saat di Multazam

Sumpah Hadratussyekh dan Ulama Dunia saat di Multazam
Di depan Multazam, Kiai Hasyim mengajak sejumlah ulama dunia bersumpah. (Foto: NOJ/KJi)
Di depan Multazam, Kiai Hasyim mengajak sejumlah ulama dunia bersumpah. (Foto: NOJ/KJi)

KH M Hasyim Asy’ari lumayan lama menimba pengetahuan agama di Makkah. Dan saat dirasa ilmu yang dikuasai memadai, Hadratussyekh mempersiapkan diri untuk kembali ke Tanah Air. 

 

Namun sebelum kembali ke Indonesia, Mbah Hasyim menyempatkan diri bertemu dengan beberapa sahabatnya dari Afrika, Asia dan juga negara-negara Arab. Pertemuan itu berlangsung pada suatu hari di bulan Ramadhan, di Masjidil Haram. Dalam pertemuan tersebut lahirlah kesepakatan di antara mereka untuk mengangkat sumpah di hadapan Multazam, dekat pintu Ka’bah. 

 

Isi dari sumpah itu harus ditepati apabila mereka sudah sampai dan berada di negara masing-masing. Janji tersebut berupa tekad untuk berjuang di jalan Allah SWT demi tegaknya agama dan berusaha mempersatukan umat Islam dalam kegiatan penyebaran ilmu pengetahuan serta pendalaman ilmu agama. 

 

Dalam buku Pertumbuhan dan Perkembangan NU karya Choirul Anam, kisah itu tercantum dalam buku Muhammad Asad Shahab berjudul Al-‘allamah Muhammad Hasyim Asy’ari

 

Cak Anam berpendapat, mudah dimengerti apabila tekad tersebut perlu dicetuskan bersama dan dengan mengangkat sumpah karena pada saat itu kondisi sosial politik di negara-negara timur hampir bernasib sama, yakni berada di bawah kekuasaan penjajahan bangsa barat. 

 

KH Hasyim Asy’ari menepati janjinya saat tiba di Tanah Air. Pada 1899 Masehi, Hadratussyekh mendirikan Pesantren Tebuireng di Jombang. 

 

Dari pesantren ini kemudian muncul para alumni yang tersebar di Tanah Air. Mereka berkomitmen untuk meneruskan cita-cita pengasuh yakni memelihara, melestarikan, mengamalkan dan mengembangkan ajaran Islam ke pelosok Nusantara.


Editor:

Rehat Terbaru