• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 4 Februari 2023

Tapal Kuda

Sambut 1 Muharram, Nahdliyin di Jember Baca Burdah dan Pawai Obor Keliling

Sambut 1 Muharram, Nahdliyin di Jember Baca Burdah dan Pawai Obor Keliling
Ribuan Nahdliyin di Jember ikuti baca burdah dan pawai obor keliling. (Foto: NOJ/ Habib Aziz Ar Rozi)
Ribuan Nahdliyin di Jember ikuti baca burdah dan pawai obor keliling. (Foto: NOJ/ Habib Aziz Ar Rozi)

Jember, NU Online Jatim
Umat Islam di seluruh penjuru dunia bersuka cita menyambut kedatangan tahun baru 1 Muharram 1444 Hijriyah yang pada penanggalan Jawa disebut 1 Suro. Banyak ragam tradisi unik dilakukan oleh Nahdliyin pada malam peringatan awal tahun tersebut.


Seperti halnya yang dilakukan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mundurejo, Kecamatan Umbulsari, Jember yang mengadakan doa dan shalawat burdah bersama. Kegiatan yang juga diiringi pawai obor keliling kampung ini bekerjasama dengan Pemerintah Desa Mundurejo


Ketua PR GP Ansor Mundurejo, Ahmad Maksum mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk ikhtiar batin dan permohonan kepada Allah SWT. Tradisi tersebut merupakan budaya turun-temurun dari leluhur yang hingga kini masih lestari.


“Hal itu agar kita semuanya dijauhkan dari segala bala, serta diberikan kemakmuran dan kesejahteraan," ujar Maksum kepada NU Online Jatim, Sabtu (30/07/2022).


Menurutnya, kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih seribu orang. Mereka terdiri dari unsur Pengurus Ranting NU Mundurejo, Muslimat NU Mundurejo, Fatayat NU Mundurejo, mahasiswa KKN Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas), pemuda dan masyarakat sekitar.


“Saat berkeliling kampung para peserta juga membaca shalawat Burdah dengan penuh khidmat," tuturnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan kegiatan ini sebagai bentuk melestarikan budaya Islam di Nusantara. Menurutnya, peringatan semacam ini mesti terus dipelihara karena di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur dan semangat dakwah, meski di sisi lain kerap dituduh bid'ah oleh kelompok tertentu.


"Kita harus tetap berpegang teguh dengan prinsip al-muhafadhah ala qadim al-shalih wal akhdzu bil jadidi al-ashlah, yaitu memelihara yang lama yang masih baik dan mengambil yang baru yang lebih baik," pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru