• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Kediri Raya

Sutradara Film Sarung Harap Perfilman Indonesia Usung Kearifan Lokal

Sutradara Film Sarung Harap Perfilman Indonesia Usung Kearifan Lokal
Grantika Pujianto, sutradara film Sarung (kanan-pegang mik). (Foto: NOJ/ Pransiska Anggraeni).
Grantika Pujianto, sutradara film Sarung (kanan-pegang mik). (Foto: NOJ/ Pransiska Anggraeni).

Blitar, NU Online Jatim

Grantika Pujianto, sutradara film ‘Santri Untuk Negeri’ atau familiar dengan Film Sarung, mengatakan bahwa industri perfilman di Indonesia hendaknya tidak sekedar menampilkan hiburan belaka. Tetapi diharapkan juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal atau budaya Nusantara.


“Saya punya keinginan, karya film yang saya buat mengandung nilai edukasi, baik itu nilai sejarah maupun budaya Nusantara,” katanya saat ditemui NU Online Jatim, Kamis (17/03/2022).


Dirinya menceritakan, karya film pertamanya yang berjudul ‘Manaqib Ulama Blitar’ merupakan film dokumenter yang mengisahkan tentang perjuangan KH Manshur, tokoh pahlawan penyepuh bambu runcing pada masa penjajahan Belanda.


“Karya film saya selanjutnya yaitu ‘Kawentar’, yang mengisahkan tentang sejarah dan budaya di Blitar,” terangnya.


Selanjutnya, film ‘Santri Untuk Negeri’ (Sarung) merupakan karyanya yang ketiga. Film tersebut bergenre drama komedi yang menceritakan kehidupan pesantren, Nahdliyin, dan tokoh-tokoh besar NU.


Menurutnya, dengan mengambil tema nilai budaya, sejarah, religi, dan radisi-tradisi lokal, karya yang disajikan akan mengandung makna kehidupan yang apik. “Perlu digaris bawahi, di era yang serba digital ini, membuat karya di media sosial dimana pun dan kapan pun akan lebih mudah,” ungkapnya.


Dirinya pun menyebutkan, bahwa konten keislaman dan keanekaragaman budaya Nusantara perlu dikembangkan. Hal tersebut agar tradisi dan budaya di Indonesia tidak lekang oleh perkembangan zaman.


“Saya akan terus membuat karya, khususnya film documenter, yang berhubungan dengan tanah air dan sejarah,” pungkasnya.


Kediri Raya Terbaru