• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 24 April 2024

Malang Raya

Katib PWNU Jatim Sebut LAZISNU Gerakan Jadi Kaya dan Tercukupi

Katib PWNU Jatim Sebut LAZISNU Gerakan Jadi Kaya dan Tercukupi
Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), KH Ramadhan Khotin saat membuka acara. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), KH Ramadhan Khotin saat membuka acara. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Malang, NU Online Jatim
Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), KH Ramadhan Khotib mengatakan, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZISNU) merupakan gerakan untuk mengajak umat menjadi orang kaya. Hal terebut disampaikan pada saat membuka acara Ngobrol Filantropi (Ngopi) Akbar 2022 di Ekowisata Boon Pring Malang, Jum’at (30/12/2022).


"LAZISNU ini gerakan mengajak orang menjadi kaya dan dicukupi oleh Allah, rejeki itu yang mengatur Allah. Kalau Allah sudah menjanjikan bahwa orang yang shadaqah tidak akan mengurangi dari harta yang dimiliki,” ujarnya dihadapan dua ribu lima ratus pengurus LAZISNU se-Jatim.


Dalam hal shadaqah, menurutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama orang yang bershadaqah akan bertambah hartanya. Pihaknya lantas mengisahkan temannya yang rezekinya macet. Dirinya bertanya berapa harta yang dimiliki kemudian menghitung berapa yang harus dikeluarkan sebagai zakat.


“Satu tahun kemudian saya bertanya lagi berapa hartanya, dan setelah saya hitung zakat yang harus dikeluarkan sudah mencapai Rp17 juta yang pada tahun sebelumnya Rp10 juta,” kisahnya.


Selanjutnya, orang yang bershadaqah keluarganya akan menjadi keluarga yang bahagia. Jadi keberkahan dalam rumah tangga dapat dicapai dengan banyak bershadaqah, terlebih bershadaqah di NU.


Pada kesempatan ini, Kiai Ramadhan menjelaskan akan pentingnya sanad dalam mencari ilmu. Disebutkan saat ini banyak masyarakat yang belajar dari media sosial tanpa mempertimbangkan sanad. Maka kader NU harus bisa mengatasi persoalan yang demikian.


“Orang yang alim harus disebarkan di media sosial. Harus di fasilitasi masuk Youtube, karena ini secara tidak langsung perintah KH Hasyim Asy’ari yang tertulis di qanun asasi akan pentingnya sanad keilmuan,” ungkapnya.


Kiai Ramadhan mengajak Nahdliyin untuk menyambungkan hati dengan para muassis NU. sebagai kader NU berarti merupakan santri para muassis.


Malang Raya Terbaru