• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 4 Oktober 2022

Opini

Gus Dur Sang Arkeolog Kuburan

Gus Dur Sang Arkeolog Kuburan
KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dikenal sebagai arkeolog kuburan. (Foto: NOJ/Kemdikbud RI)
KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dikenal sebagai arkeolog kuburan. (Foto: NOJ/Kemdikbud RI)

Membicarakan Gus Dur seakan tidak akan pernah ada habisnya. Selalu ada sisi-sisi menarik yang bisa menjadi sebuah pengetahuan. Termasuk keistimewaan beliau yang memiliki firasat tajam, daya prediktifnya nan akurat dan disertai dengan spiritualitasnya yang sangat kuat.
 

Diakui atau tidak, Gus Dur itu seorang arkeolog yang spesialis menemukan makam atau kuburan tokoh besar kuno dan hampir tidak dikenali oleh masyarakat di sekitarnya. Sering tiba-tiba Gus Dur berziarah ke sebuah pemakaman umum yang tidak terpikir oleh orang di sekitarnya untuk berziarah ke situ.
 

Ternyata setelah diziarahi Gus Dur, masyarakat baru menyadari bahwa di situ dimakamkan seorang alim, tokoh yang berjasa dalam dakwah Islam pada masanya. Dan berbondong-bondonglah masyarakat kemudian menziarahinya dan mendoakan jasad yang dimakamkan di situ. Hal seperti itu tidak satu atau dua makam. Tapi banyak sekali makam kuno di berbagai tempat yang kemudian menjadi ramai setelah dikunjungi Gus Dur.
 

Saya masih ingat, dekade 90 an awal, abah dan ibu saya pernah diajak Gus Dur mengantar Megawati Soekarno Putri ziarah ke Trowulan di dekat situs kerajaan Majapahit yang waktu itu masih sepi. Ternyata di situ tempat makam Syekh Jumadil Kubro, tokoh penyebar agama Islam pada zaman Mojopahit. Dan setelah dikunjungi Gus Dur, pemakaman itu menjadi ramai bahkan sekarang menjadi destinasi wisata religi andalan Mojokerto.
 

Gus Dur tidak sekadar seorang arkeolog yang "menghidupkan" makam-makam kuno tempat peristirahatan tokoh hebat di zamannya, tapi juga menghidupkan perekonomian wilayah sekitar makam. Berapa banyak orang yang merasa dihidupi Gus Dur karena jasanya menghidupakan makam yang tadinya sunyi menjadi ramai dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
 

Maka sangat wajar ketika makam Gus Dur selalu ramai dan penuh peziarah. Sejak Gus Dur wafat sampai hari ini dan bahkan sampai kapanpun selama tradisi ziarah kubur masih lestari.  Ini karena hobi Gus Dur yang menemukan dan meramaikan makam leluhur. Kalau beliau tidak memiliki ilmu kasyaf yang tinggi, maka belum tentu makam kuno itu akan terbuka identitasnya. Dan yang memiliki keahlian menyingkap rahasia benda-benda kuno adalah arkeolog. Dan arkeolog itu adalah Gus Dur.

 

Ila hadrati ruhi Gus Dur, alfatihah.

 

Pengasuh Pondok Pesantren An-Najiyah, Bahrul Ulkum, Tambakberas Jombang, Jawa Timur.


Editor:

Opini Terbaru