Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Cerita Ansor Kraksaan Bantu Tunanetra Serta Dampingi Usaha Kreatif

Cerita Ansor Kraksaan Bantu Tunanetra Serta Dampingi Usaha Kreatif
Pengurus Ansor saat memberikan bantuan kepada Sono. (Foto: NOJ/ Istimewa).
Pengurus Ansor saat memberikan bantuan kepada Sono. (Foto: NOJ/ Istimewa).

Probolinggo, NU Online Jatim

Seorang tunanetra di Kabupaten Probolinggo disebut tak bisa mengambil beras bantuan karena kartu keluarga sejahtera diblokir, viral di media sosial. Foto tunanetra bernama Sono, warga Desa Sumberduren Kecamatan Krucil itu viral hingga menuai perhatian banyak kalangan.

 

Tidak terkecuali Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Kraksaan Probolinggo yang memberikan bantuan kepada Sono. Selain memberi bantuan, GP Ansor juga mendampingi Sono membuat usaha ekonomi kreatif.

 

Dilansir dari Kompas.com, Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq mengatakan, pihaknya membantu dan mendampingi agar ekonomi keluarga Sono bergerak. GP Ansor juga membantu pendidikan anak Sono.

 

"Informasi viralnya Sono, yang disebut KKS-nya diblokir tapi sesungguhnya tidak demikian, sampai terdengar ke telinga Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas. Karena itu Ansor Kraksaan Probolinggo dan Ansor Jatim datang ke romah Sono diperintah Menag," kata Taufiq di Krucil, Probolinggo, Jumat (19/2/2021).

 

Sementara itu, Sekjen Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur, Ahmad Ghufron Siradj mengatakan, gangguan pada mata membuat Sono sulit menjalani kehidupan sehari-hari.

 

"Sehingga dari keadaan itu kami terpanggil untuk datang ke rumahnya. Kami menyampaikan amanah dari Ketua Umum Ansor, Gus Yaqut, untuk memberikan bantuan pada Sono. Guna membantu meringankan kebutuhan ekonomi keluarganya," kata Ghufron.

 

Terkait unggahan yang menyebutkan KKS milik Sono (53) diblokir dibantah oleh Kepala Diskominfo, Statistik, dan Persandian Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian.

 

 

“Dari hasil klarifikasi tersebut didapatkan bahwa Sono masih menerima BPNT (bantuan pangan nontunai) dan tidak ada pemblokiran KKS yang dimilikinya. Hanya saat akan mengecek dan ingin mencairkan, hak yang harusnya diterima masih belum masuk ke rekeningnya,” kata Yulius.

PWNU Jatim