Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kasus Pilwali Pasuruan, Ansor Minta Maaf kepada NU

Kasus Pilwali Pasuruan, Ansor Minta Maaf kepada NU
Ansor dan Banser melakukan tabayyun ke PCNU Kota Pasuruan. (Foto: NOJ/M Kholidun)
Ansor dan Banser melakukan tabayyun ke PCNU Kota Pasuruan. (Foto: NOJ/M Kholidun)

Pasuruan, NU Online Jatim

Dalam sebuah pemberitaan media lokal disebutkan puluhan Barisan Ansor serbaguna atau Banser mengawal salah satu pasangan calon (Paslon) mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Pasuruan. Terkait hal tersebut, Ansor dan Banser Kota Pasuruan langsung melakukan tabayyun dan meminta maaf kepada para ulama Nahdlatul Ulama.

 

"Sebagai salah satu badan otonom atau Banom NU, kami tetap manut kiai. Apalagi di Pilwali Pasuruan 2020 ini kami akan selalu siap satu komando dengan para kiai," kata Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Pasuruan, Ridhoi kepada awak media, Jumat (4/9).

 

Menurutnya, selama ini Ansor maupun Banser tidak ke mana-mana. Yakni tetap mengamankan rumahnya sendiri dalam hal ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan.

 

"Baik Ansor maupun Banser adalah sebagai benteng para ulama. Sehingga sampai kapan pun kami akan tetap satu barisan untuk mengikuti semua arahan dari para ulama NU," terangnya.

 

Dirinya mengakui ada salah paham terkait pemberitaan di salah satu media lokal yang menyebut bahwa Banser ikut mengawal pendaftaran salah satu Paslon ke KPUD setempat.

 

"Alhamdulillah, kami sudah melakukan tabayun antara PCNU Kota Pasuruan dengan sejumlah pengurus Banser tersebut. Intinya hanya salah paham, semoga ke depan tidak ada lagi hal semacam ini. Dan kami akan koordinasi dengan PCNU untuk menunggu melakuan tidakan," tegasnya.

 

Hal senada juga disampaikan Kartono, Banser Purworejo. Ia mengaku kalau selama ini pihaknya menjalankan tugas hanya sebatas untuk mengawal saja dan tidak ada unsur apa pun.

 

"Jadi cerita awalnya kami hanya diminta untuk sebatas pengawalan saja bukan dukung mendukung," pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

PWNU Jatim