Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua NU Tulungagung Minta Nahdliyin Tidak Khianat pada Negara

Ketua NU Tulungagung Minta Nahdliyin Tidak Khianat pada Negara
Ketua PCNU Tulungagung, KH Abdul Hakim Mustofa (pegang mik). (Foto: NOJ/Puspita Hanum).
Ketua PCNU Tulungagung, KH Abdul Hakim Mustofa (pegang mik). (Foto: NOJ/Puspita Hanum).

Tulungagung, NU Online Jatim

Indonesia telah merdeka sejak 17 Agustus 1945 lalu. Kemerdekaan tersebut bukan dari pemberian para penjajah, melainkan rahmat Allah SWT atas ikhtiar para pahlawan bangsa. Para ulama dan pemuka agama lain, serta seluruh warga  memiliki cita-cita yang sama, yaitu menjadi negara yang merdeka.

 

Penegasan itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tulungagung, KH Abdul Hakim Mustofa saat Doa Bersama dan Refleksi Kemerdekaan Virtual. Kegiatan diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Al Hidayah Desa Samir, Ngunut, Tulungagung, Senin (16/08/2021).

 

Kiai Abdul Hakim juga menyampaikan, bahwa masyarakat Indonesia saat tinggal menikmati hasil perjuangan jiwa, raga, harta dan benda oleh para pahlawan bangsa saat melawan penjajah. Maka, patut kiranya merawatnya dengan sebenar-benarnya.

 

"Para kiai dan ulama NU berpesan, bahwa Indonesia adalah rumahmu. Maka kewajiban kita adalah merawat rumah ini," ujarnya.

 

Jika ada yang mengaku warga negara Indonesia tetapi tidak bersyukur dan merawatnya, maka ia merupakan warga yang tidak menghormati jerih paya pahlawan.

 

"Apalagi misal ada orang memiliki KTP di Indonesia dan mata pencahariannya dari tanah air Indonesia, tapi ternyata mengganggu keutuhan bangsa Indonesia, maka ia adalah orang yang khianat kepada bangsa dan negara," tegas Kiai Abdul Hakim.

 

Maka dari itu, dirinya mengingatkan lembaga pendidikan memiliki tugas untuk mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang bertanggung jawab untuk merawat Indonesia.

 

"Jangan sampai kita menjadi penerus yang dianggap khianat kepada bangsa dan negara dan tidak menghormati jasa para pahlawan," pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Editor:
F1 Promosi