Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Memahami ‘Jenis Kelamin’ Agama Orang Madura

Memahami ‘Jenis Kelamin’ Agama Orang Madura
Buku Wajah Islam Madura. (Foto: NOJ/LPM)
Buku Wajah Islam Madura. (Foto: NOJ/LPM)

Raut wajah Islam Madura begitu lekat di buku tipis ini. Cerita empiris penulis ihwal narasi Islam di tanah kelahirannya terasa begitu sublim. Sekelumit pengisahan demi pengisahan menakik representasi adiluhung soal wacana kehidupan beragama di “Pulau Garam” itu. Mulai dari hal remeh temeh hingga dinamika sosio-kultural warganya.

 

Buku bukanlah kajian komprehensif yang berusaha menelaah tetek bengek sejarah panjang Islam Madura. Tetapi merupakan kumpulan esai yang terbagi dalam bersub-sub tema. Mulai dari pesantren dan prinsip beragama orang Madura, wacana geografis soal agraria dan maritim, hakikat pendidikan karakter, relasi antara Islam Madura dengan NU, politik, dan tradisi keagamaan.

 

Sub-sub tema memuat esai disajikan melalui bahasa ringan dan sederhana. Pembaca akan disuguhi ornamen khas seputar kehidupan masyarakat Madura yang berkelindan dengan dimensi vertikal (ketuhanan) dan horisontalnya (kemasyarakatan). Hubungan antara yang transenden dan sesama.

 

Jamak diketahui bahwa Madura hingga kini masih tetap ajeg menambatkan tradisi keberislaman sebagai elan vital bagi kehidupan warganya, khususnya NU. Tradisi ke NU- an menjadi laku wajib yang mesti dijaga. Mereka meyakini bahwa NU lebih dari sekadar organisasi keagamaan, tapi ia merupakan sebuah “agama” yang mampu menjembatani orang Madura dengan Tuhannya.

 

Artikel diambil dariWajah Islam di Madura

 

Secara historis-genealogis, narasi ke NU-an di Madura merujuk pada peran penting Syaikhana Cholil Bangkalan. Dialah guru yang pertama kali memberi restu pada muridnya, KH M Hasyim Asy’ari untuk mendirikan organisasi keagamaan Nahdhatul Ulama. Tanpa restu darinya, mustahil NU berdiri. Inilah yang disebut “restu dari langit” oleh Ach Taufiqil Aziz dalam Dinamika NU Sumenep dalam Lintasan Masa.

 

Menurut Dardiri, dengan menyusupkan spirit ke- NU-an para muassis, khususnya Syaikhana Cholil, orang Madura akan tetap menjadikan NU sebagai “agama”. Karena agama bagi orang Madura, maka ia senantiasa bergerak dalam dimensi tanggung jawab bersama untuk menjaganya dari gempuran radikalisme agama. Di sinilah perlu adanya upaya terpadu lahir dan batin sebagai penyangga kekukuhan berdirinya NU.

 

 

Identitas Buku

Judul: Wajah Islam Madura

Penulis: A Dardiri Zubairi

Editor: Sofyan Rh. Zaid

Penerbit: Tare Books

Cetak: Agustus, 2020

Tebal: 114 halaman

ISBN: 978-602-5819-74-2

Pemesanan Buku: +62 856-0876-9717


Editor:
F1 Promosi Iklan