• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 7 Desember 2022

Matraman

Lakpesdam NU Nganjuk Terbitkan Buku 'Dari Sunan Bonang hingga NU Prambon'

Lakpesdam NU Nganjuk Terbitkan Buku 'Dari Sunan Bonang hingga NU Prambon'
Burhan Abdul Lathief, penulis buku ‘Dari Sunan Bonang hingga NU Prambon’ bersama masyayikh NU Kecamatan Prambon, Nganjuk. (Foto: NOJ/M Nazar Afandi)
Burhan Abdul Lathief, penulis buku ‘Dari Sunan Bonang hingga NU Prambon’ bersama masyayikh NU Kecamatan Prambon, Nganjuk. (Foto: NOJ/M Nazar Afandi)

Nganjuk, NU Online Jatim

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kecamatan Prambon, Nganjuk meluncurkan buku ‘Dari Sunan Bonang hingga NU Prambon’, Senin (28/03/2022). Buku yang ditulis Burhan Abdul Lathief dan kawan-kawan itu memuat latar belakang sejarah NU di Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.


“Alhamdulillah, jajaran Lakpesdam NU Prambon berhasil memiliki karya berupa buku yang mengulas tentang kelahiran, sejarah NU, kiai dan tokoh ulama, serta pesantren di sekitar Kecamatan Prambon,” ujar Miftakhul Aziz, Ketua Lakpesdam NU Prambon.


Aziz mengungkapkan, buku tersebut bisa menjadi bacaan yang baik bagi Nahdliyin dan masyarakat umum. “Buku ini diharapkan menjadi bacaan wajib masyarakat sekitar, khususnya generasi muda sebagai penerus NU di masa mendatang,” ungkapnya.


Terbitnya buku tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Di antaranya KH Ali Zainal Abidin atau Gus Kanang, Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Prambon. Selain itu, jajaran pengurus lainnya juga memberikan apresiasi terhadap buku tersebut.


“Kami mengapresiasi Lakpesdam NU Prambon, atas upaya penulisan dan penerbitan buku yang mengungkap kelahiran NU Prambon dan latar belakang sejarahnya,” ujar Gus Kanang.


Ia mengatakan, mempelajari dan memahami sejarah itu sangat penting. Sebab, dengan membaca sejarah seseorang akan lebih memahami gambaran kejadian masa lalu dengan baik. Karena kebaikan masa kini dan mendatang, berhubungan erat dengan pemahaman yang baik tentang kebaikan di masa lampau.


Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Mubtadi’in Al-Manar Nganjuk ini pun menyampaikan pitutur almarhum KH Imron Hamzah, Rais PWNU Jatim masa khidmat 1992-1997 dan 1997-2002.


“Keterangan dari Mbah Kiai Imron Hamzah, dawuhnya ‘Wa bi Hadzihil Manqobah Tuftahu Abwabus Sama-i wal Ardi’, bahwa sejarah itu bisa untuk membuka pintu rizki dari langit dan bumi,” kenang Gus Kanang.


Ia menjelaskan, bahwa Manqobah itu merupakan cerita kebaikan dan khazanah Islam. Karena itulah, ia berharap kepada Nahdliyin dan semua masyarakat dapat mengetahui sejarah dan cerita tokoh-tokoh di daerah setempat.


“Selamat membaca! Mudah-mudahan diakui sebagai santri Mbah Sunan Bonang, Mbah Hasyim Asy’ari, tokoh-tokoh Islam, sampai masyayikh NU di Kecamatan Prambon,” pungkasnya.


Matraman Terbaru