• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Pemerintahan

Bupati Magetan Siap Sukseskan Program OPOP Jatim

Bupati Magetan Siap Sukseskan Program OPOP Jatim
Tim OPOP Jatim bersama Bupati Magetan. (Foto: NOJ/humas)
Tim OPOP Jatim bersama Bupati Magetan. (Foto: NOJ/humas)

Magetan, NU Online Jatim

One Pesantren One Product (OPOP) Jatim memiliki visi meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren. Hal itu terungkap dalam kunjungan tim OPOP Jatim ke Kabupaten Magetan, Senin (23/08/2021).

 

Bertempat di Pendopo Kabupaten Magetan, tim OPOP Jatim diterima oleh Bupati Magetan didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magetan.

 

Mengawali pertemuan tersebut, Sekretaris OPOP Jatim, M Ghofirin menjelaskan bahwa program OPOP dilaksanakan berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur No 62 tahun 2020 tentang OPOP.

 

“Dalam Peraturan Gubernur dijelaskan bahwa program OPOP dilaksanakan melalui pemberdayaan pesantren, santri dan alumni. Melalui tiga pilar OPOP, yaitu pesantrenpreneur, santripreneur dan sosiopreneur,” katanya.

 

Ghofirin menjelaskan bahwa tiga pilar tersebut dilaksanakan dengan fokus dan perlakuan yang berbeda.

 

“Santripreneur fokus pada upaya pemberdayaan santri dalam kewirausahaan. Santri diharapkan mendapatkan teori dan praktek kewirausahaan di pondok pesantren. Sehingga memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal ketika lulus dari pondok pesantren,” jelasnya.

 

Sedangkan pesantrenpreneur fokus pada upaya pemberdayaan perekonomian pondok pesantren. Satu pesantren didorong untuk memiliki minimal satu produk unggulan.

 

“Pesantren didorong memiliki badan usaha berupa Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren). Pendampingan dilakukan melalui kelembagaan, sumber daya manusia, produk, pemasaran, dan pembiayaan,” terangnya.

 

Serta, sosiopreneur fokus pada upaya pemberdayaan alumni santri. Alumni didorong mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

 

“Pendampingan dilakukan dalam rangka menaikkan kelas dari start up menjadi scale up dan dari scale up menjadi sell up,” ujarnya.

 

Dalam sambutan dan arahannya Bupati Magetan, H Suprawoto menyatakan siap mendukung program OPOP Jatim demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Magetan.  Suprawoto kemudian mencontohkan banyak profesi yang tidak populer tapi justru malah mendatangkan banyak keuntungan.

 

“Saya berharap anak-anak sekarang tidak semuanya berebut menjadi dokter, ASN dan sejenisnya. Sudah saatnya pemuda-pemudi bangsa ini berpikir mengembangkan sektor yang terlihat remeh tapi justru hasilnya lebih besar daripada menjadi pegawai,” ungkap Suprawoto.

 

Pesantren diharapkan tidak menambah angka pengangguran di Magetan. Lebih lanjut Suprawoto mengatakan bahwa pesantren di Magetan saat ini sudah banyak yang sadar akan pentingnya pola pemberdayaan ekonomi pesantren, santri dan alumninya.

 

“Saya bangga melihat geliat ekonomi di pondok pesantren. Contohnya Pondok Pesantren Subulus Syafi’in di daerah Kawedanan. Pesantren itu sudah sukses produksi batik khas dan namanya unik yaitu Batik Kepo. Saya hadir saat peluncurannya,” ucap Suprawito bangga.

 

Ditemui di sela-sela pertemuan itu, Andrio Himawan, Sekretaris Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa saat ini ada delapan pondok pesantren yang menjadi peserta program OPOP Jatim. Di antaranya, Pondok Pesantren Darul Ulum Poncol, Pondok Pesantren Ar rohmah Tegalrejo Semen, Pondok Pesantren Subulus Syafi'in Pojok Kawedanan, Pondok Pesantren Al Muslimun, Pondok Pessantren Al Abror Tegal Arum, Pondok Pesantren Roudlotul Huda Kedungpanji, Pondok Pesantren Nurul Falah Poncol, dan Pondok Pesantren Pedang Songo Turi Panekan.

 

Andrio mengajak kepada semua pondok pesantren di Kabupaten Magetan untuk aktif mengakses fasilitas yang sudah disiapkan oleh tim OPOP Jatim.

 

“Program OPOP ini bagus dan bermanfaat, maka saya mendorong kepada semua pesantren di Magetan ini untuk aktif mengakses program dan fasilitasi yang sudah disiapkan oleh tim OPOP,” ajak Andrio yang hadir mewakili Kepada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.


Pemerintahan Terbaru